Mengenal Allah dan SifatNya (bag 1)

mengenal-Allahanneahira.com_.jpg

Kedudukan Ilmu Tentang Asma Allah dan SifatNya

 Sesungguhnya memahami nama Allah yang baik (Asmaul Husna) merupakan pintu ilmu yang mulia bahkan ini termasuk fiqih yang paling agung dan paling utama serta pertama kali yang masuk dalam Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan atasnya maka Dia akan memberikan kefahaman kepadanya dalam masalah agama (HR. Muttafaq ‘Alaihi, Shahih al-Bukhari, no. 71 dan Shahih Muslim no, 1037)

Mempelajari ilmu ini merupakan usaha termulia yang dilakukan oleh setiap jiwa dan sebaik-baiknya apa yang diraih oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan akal dan petunjuk. Bahkan ini merupakan puncak yang diperebutkan oleh manusia dan akhir yang diperlombakan. Ilmu ini merupakan fondasi jalan menuju Allah dan jalan masuk yang lurus dalam meraih kecintaan dan keridhaanNya serta jalan yang lurus bagi setiap orang yang dicintai dan dipilihNya.

Sebagaimana bangunan memiliki fondasi, maka fondasi agama ini adalah iman kepada Allah ta’ala dan kepada nama-nama serta sifat-sifatNya. Jika fondasi ini kuat, maka dia akan dapat memikul bangunannya dengan kuat dan kokoh serta selamat dari guncangan dan kerobohan.

Ibnu al-Qayyim –semoga Allah merahmatinya- berkata, ‘barangsiapa yang menghendaki bangunan yang tinggi, maka diharuskan baginya untuk menguatkan fondasi dan benar-benar memperhatikannya. Karena ketinggian bangunan tergantung pada kokoh dan kuatnya fondasi.  Amal dan derajat adalah bangunan, sedangkan fondasinya adalah iman. Apabila fondasinya kuat, maka ia akan dapat memikul bangunan dan meninggikannya. Apabila roboh sebagian dari bangunan itu maka mudah untuk memperbaikinya dan jika fondasi tidak kuat maka tidak akan tinggi bangunannya dan tidak akan kokoh dan jika roboh sebagian dari fondasi, maka akan jatuh bangunannya atau hampir jatuh. Orang bijak akan memiliki target yaitu membenarkan fondasi dan menguatkannya, sedangkan orang jahil adalah orang yang meninggikan bangunan tanpa fondasi, maka tidak berselang lama bangunannya pun akan roboh. Allah ta’ala berfirman,

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ [التوبة : 109]

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjid atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam (Qs. at-Taubah : 109)

Fondasi bagi bangunan amal seperti kekuatan bagi tubuh manusia. Jika kuat, maka dia dapat membawa badan dengan baik dan menolak segala penyakit. Jika lemah kekuatannya, maka lemah pula ia dalam membawa badannya serta cepat terserang penyakit. Jadikan bangunanmu di atas fondasi iman yang kuat dan jika ada bagian atas atau atapnya yang rusak maka mudah untuk memperbaikinya daripada kerusakan fondasinya.

Fondasi ini adalah dua; pertama, mengenal Allah, perintah, nama serta sifatNya dengan baik. Kedua, tunduk dan patuh kepada Allah dan RasulNya. Inilah sekuat-kuat fondasi yang dibangun oleh seorang hamba bagi bangunannya dan sesuai dengan kekuatan fondasi itulah ketinggian suatu bangunan yang dia inginkan (al-Fawaid, hal. 175)

Oleh karena itu, banyak sekali dalil di dalam al-Qur’an yang menguatkan pondasi ini, bahkan hampir-hampir semua ayat tidak pernah lepas dari penyebutan nama Allah dan sifatNya. Ini semua menunjukkan dengan jelas tentang pentingnya ilmu yang berkaitan dengan nama dan sifat Allah serta kebutuhan mendesak untuk mengenalnya. Bagaimana ia tidak menepati kedudukan yang tinggi ini, sedangkan dia adalah tujuan utama diciptakannya semua manusia.

Wallahu a’lam

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Sumber :

Fiqih Asmaul Husna, Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-‘Abbad al-Badr, hal. 7-8, Penerbit : Dar at-Tauhid Lin-Nasyr, Riyadh
Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: