Menghidupkan “Syura” di Lingkungan Keluarga

keluarga-sura.jpg

Ayah – Bunda…yang berbahagia…

Agar anak-anak kita tumbuh dengan sifat yang terpuji, tidak egois dan tidak angkuh, sebagai orang tua hendaknya tidak bersikap otoriter kepada mereka.

Sebagai contohnya, apabila kita ingin membelikan kebutuhan-kebutuhan mereka, atau pakaian mereka hendaknya kita memusyawarahkannya terlebih dahulu dengan anak-anak kita, sebab keinginan mereka tentunya berbeda-beda. Anak yang masih kecil dan belum memasuki usia remaja, pada umumnya keinginan mereka terhadap sesuatu didominasi oleh hal-hal yang dapat menarik perhatiannya, seperti gambar, warna, dan lain sebagainya, tanpa mengerti bahwa barang yang dipilihnya adalah barang yang rendah mutunya dan mudah rusak.

Sebagai orang tua janganlah kita menyalahkan pilihannya, dengan membelikan barang yang lain, tanpa menjelaskannya terlebih dahulu kepadanya bahwa barang tersebut jauh lebih bagus dari pilihannya. Misalnya, ketika anak Anda telah memilih satu tas karena ia tertarik dengan warnanya, dan ketika Anda mengetahui bahwa mutu tas itu tidak baik, hendaklah Anda menjelaskan kepadanya bahwa masih banyak lagi tas-tas lain dengan warna sama yang jauh lebih baik dari itu.

Setelah anak Anda dapat mengerti, maka bawalah ia ke tempat tas-tas yang baik mutunya dan berikan kesempatan kepadanya untuk memilih sendiri tas yang menarik perhatiannya. Lakukanlah hal itu terhadap barang keperluannya yang lain, seperti pakaian, sepatu dan lain sebagainya.

Agar prinsip musyawarah benar-benar tertanam pada diri anak-anak, hendaklah kedua orang tua tidak memutuskan segala sesuatu tanpa memusyawarahkannya terlebih dahulu kepada seluruh anggota keluarga. Contoh : apabila ada salah seorang anak yang bertanya kepada ayahnya, bolehkah ia membeli mainan dengan uang tabungannya sendiri? Maka, untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kami nasehatkan agar kita tidak terlalu tergesa-gesa, baik menyetujuinya maupun tidak. Akan

tetapi katakanlah kepadanya bahwa perkara tersebut harus dimusyawarahkan terlebih dahulu kepada ibunya dan seluruh saudaranya. Jika keinginan si anak sangat mendesak, maka Anda dapat mengutarakan keinginan tersebut kepada seluruh anggota keluarga dan meminta segera pendapat mereka pada pertemuan harian keluarga, baik ketika makan malam bersama atau yang lainnya.

Sedangkan apabila keinginan tersebut tidak mendesak, maka Anda dapat memberi waktu kepada seluruh anggota keluarga untuk memikirkannya dan memberikan jawabannya pada tenggang waktu tertentu, di mana anggota keluarga memilliki waktu yang lebih lama untuk duduk dan berkumpul bersama. Pada saat inilah Anda utarakan keinginan anak Anda itu kepada seluruh anggota keluarga dan tanyakanlah pendapat mereka. Selanjutnya, apabila keputusan telah diambil dan Anda bersama keluarga ingin melakukan kegiatan lain, alangkah baiknya apabila Anda menyudahi pembicaraan dengan membaca doa kepada Allah dan memohon kepadaNya agar mereka dimudahkan dalam menggapai cita-citanya.

Sumber :

Dinukil dari “Kaifa Takuunu Aban Najihan ; Halaqat Tarbawiyyah Hadifah”, karya : Abdullah Muhammad Abdul Mu’thi, (E.indo.hal, 34-45 dengan sedikit gubahan)

Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: