Menghindar dari Dosa

Menghindar-dari-Dosa.jpg

Allah  berfirman, yang artinya, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah dahulu dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Qs. al-Ahzab : 33)

Ayat ini termasuk bagian dari perintah Allah kepada para Istri Nabi Muhammad. Selain istri beliau hendaknya mengikuti mereka dalam hal tersebut. Bila ini dilaksanakan secara benar niscaya kebaikan akan didulang. Sebagaimana terisyaratkan dalam pungkasan ayat ini, yakni, lenyapnya dosa sehingga seseorang bersih darinya.

Tetap di Rumah

 FirmanNya, (artinya) , Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu

 Yakni, tidak keluar rumah melainkan  karena suatu kebutuhan yang mengharuskan. Atau, untuk sesuatu yang dibolehkan oleh syariat; seperti shalat berjama’ah atau menuntut ilmu dan lain sebagainya. Rasulullah  bersabda,

لاَ تَمْنَعُوْا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

Janganlah kalian menghalangi wanita-wanita kalian (untuk mendatangi) masjid-masjid (untuk ikut serta shalat berjama’ah) bila mana mereka meminta izin kepada kalian (HR. Muslim, No. 1017)

Hikmah Tetap di Rumah

 Banyak hikmah tetap tinggal di rumah, di antaranya adalah lebih selamatnya kaum wanita dari bahaya yang mengancamnya baik yang bersifat fisik maupun maknawi, karena Nabi r mengisyaratkan dalam sabdanya,

اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

 Wanita itu adalah aurat, bila keluar (rumah) niscaya setan memuliakannya (HR. At-Tirmidzi, No. 1173).

Ali al-Qari mengatakan, ‘(maknanya) yakni,  (setan) memperindahnya dalam pandangan lelaki. Ada yang mengatakan, ‘(maknanya yakni) setan memandang ke arahnya untuk memperdayanya dan memperdaya orang lain dengan dirinya (al-Mirqaat, 3/441).

Boleh jadi tanpa sadar para wanita itu tergoda oleh setan sehingga merasa bangga dan menyengaja dengan penampilannya untuk menarik dan menggoda kaum lelaki, seperti yang dilakukan oleh para wanita pezina yang menjajakkan dirinya di jalanan dan tempat yang lainnya. Sehingga ia menjadi sebab orang lain terjatuh ke dalam dosa disamping dirinya sendiri berdosa karena mempertontonkan auratnya di hadapan orang yang tidak halal untuk melihat auratnya.

Tidak Berhias dan Bertingkah Laku Ala Jahiliah

 FirmanNya, (artinya)  “dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu !

Yakni, janganlah kalian menampakkan keindahan diri kalian (selain kepada orang-orang yang halal untuk melihatnya) seperti yang dilakukan oleh para wanita jahiliah pada zaman dahulu sebelum Islam (At-Tafsir al-Muyassar, 7/343).

Jangan (pula) kalian sering keluar rumah dalam kondisi bersolek dan berdandan atau dengan mengenakan wewangian seperti kebiasaan (para wanita) zaman jahiliah dulu, orang-orang yang tidak memilki ilmu dan tidak pula agama. Kesemuanya ini dimaksudkan untuk menolak adanya keburukan dan sebab-sebabnya (Tafsir as-Sa’diy, 1/663)

Melaksanakan Shalat

 FirmanNya, artinya, “ dan laksanakanlah shalat !

Yakni, laksanakanlah shalat Fardhu secara rutin pada waktu-waktunya, dengan menyempurnakan syarat dan rukunnya, melakukan wajib-wajibnya dan sunnah-sunnahnya sebagaimana petunjuk RasulNya Muhammad r. Jika ini dilakukan dengan baik niscaya menjadi salah satu sebab yang akan mengantarkan kalian kepada kebaikan. Rasulullah  bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

 Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya ia masuk Surga melalui pintu mana saja yang diinginkannya (HR. ath-Thabraniy di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 991)

 Menunaikan Zakat

 FirmanNya,artinya, “dan tunaikanlah zakat !

Yakni, jika kalian memiliki harta yang terkena kewajiban zakat di mana syarat untuk mengeluarkannya telah terpenuhi maka tunaikanlah zakat harta tersebut sesuai kadarnya yang telah ditentukan, berikan kepada yang berhak menerimanya. Jangan kalian enggan mengeluarkannya dan jangan pula menundanya. Bila kalian menunaikan zakat juga akan mengantarkan kalian kepada kebaikan, karena zakat dapat menjadi sarana pembersih bagi kalian dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta dan menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati kalian serta memperkembangkan harta kalian. Sedangkan jika kalian enggan menunaikan zakat niscaya hal itu menjadi sebab kerugian kalian.

Rasulullah  bersabda, ‘Siapa yang mempunyai emas dan perak, tetapi tidak membayar zakatnya, di hari Kiamat akan dibuatkan untuknya seterika api yang dinyalakan di dalam neraka, lalu diseterikakan ke perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali seterika itu dingin, maka akan dipanaskan kembali lalu diseterikakan pula padanya setiap hari -sehari setara lima puluh tahun (di dunia) – hingga perkaranya diputuskan. Setelah itu, barulah ia melihat jalannya keluar, adakalanya ke Surga dan adakalanya ke Neraka.”( HR. Muslim, No. 2337)

Mentaati Allah  dan RasulNya

 FirmanNya,artinya,  “dan taatilah Allah dan Rasul-Nya!“

Yakni, taatilah perintah dan jauhilah larangan keduanya, janganlah kalian bermaksiat kepada keduanya dengan menyelisihi perintah dan mengerjakan larangan keduanya. Oleh karena itu, lakukanlah perintahnya berupa ; tetap tinggal di rumah, shalat lima waktu, menunaikan zakat, dan perintahNya yang lainnya atau yang disyariatkan keduanya baik yang wajib ataupun yang sunnah. Dan, tinggalkanlah segala hal yang menyelisihi syariatNya, seperti berhias dan bertingkah laku seperti kaum wanita jahiliah dan lain sebagainya.  Jika kalian melakukan hal ini, niscaya hal ini menjadi sebab keberuntungan bagi kalian, sebagaimana Allah berfirman, artinya, “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar.( Qs. Al-Ahzab: 71).

Dan, di antara bentuk keberuntungan dan kemenangan yang besar itu adalah ; bersihnya diri kalian dari noda-noda dosa karena terampuninya kesalahan yang telah kalian lakukan dengan sebab kebaikan yang kalian kerjakan dan dimasukkannya kalian ke dalam SurgaNya karena rahmatNya yang kalian dapatkan dengan kalian mentaati Allah  dan RasulNya, Dia  berfirman, artinya,

 Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar (Qs. an-Nisa : 13).

Amar Abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: