Menginfakkan Bunga Bank untuk Kegiatan Keagamaan

uang-riba.jpg

Bunga bank sejatinya adalah riba.

Adapun mengenai mengambil bunga tabungan di bank, untuk kemudian disalurkan ke berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, terjadi silang pendapat dikalangan para ulama.

Ada yang berpendapat bahwa bunga bank wajib ditinggal dan sama sekali tidak boleh diambil. Ada juga yang berpendapat, dibolehkan mengambil bunga bank, untuk disalurkan ke kegiatan sosial kemasyarakatan. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa bunga yang diberikan bank, statusnya haram. Boleh disalurkan untuk kemaslahatan umum kaum muslimin dengan niat sedekah atas nama orang yang didzalimi (baca: nasabah). Demikian juga boleh disalurkan untuk semua kegiatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin, termasuk diberikan kepada fakir miskin.

Karena semua harta haram, jika tidak diketahui siapa pemiliknya atau keluarga pemiliknya maka hukumnya, harta ini menjadi milik umum, dimana setiap orang berhak mendapatkannya, sehingga digunakan untuk kepentingan umum. Allahu alam.

Pembaca yang budiman,

Dengan mengambil pendapat ulama yang membolehkan mengambil riba di bank, masalah selanjutnya adalah bolehkan menyalurkan riba tersebut untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti membangun masjid, pesantren atau kegiatan dakwah lainnya?

Dalam masalah ini juga para ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat, tidak boleh menggunakan uang riba untuk kegiatan keagamaan. Uang riba hanya boleh disalurkan untuk fasilitas umum atau diberikan kepada fakir miskin. Pedapat ini dipilih oleh Lajnah Daimah (Komite tetap untuk fatwa dan penelitian) Arab Saudi. Sebagaimana dinyatakan dalam fatwa no. 16576).

Pendapat ini juga difatwakan Penasehat Syariah Baitut Tamwil (Lembaga Keuangan) Kuwait dalam fatwanya no. 42).

Apa Alasannya?

Yang berpendapat demikian itu, beralasan bahwa mendirikan masjid harus bersumber dari harta yang suci.

Sementara harta riba statusnya adalah haram.

Ada juga yang berpendapat, boleh menggunakan bunga bank untuk membangun masjid. Apa alasannya? Alasannya adalah karena bunga bank bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat. Jika boleh digunakan untuk kepentingan umum, tentu saja untuk kepentingan keagamaan tidak jadi masalah. Diantara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syaikh Abdullah bin Jibrin. Sebagaimana dikutip dalam Fatawa Islamiyah, 2/885.

Wallahu A’lam.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: