Cara Menjadi Orang Tua Penyabar

Penyabar.jpg

Problem rumah tangga sedemikian banyak dan kompleks. Terkadang atau bahkan sering kali hal ini menjadikan orang tua tidak merasa nyaman hatinya. Bahkan, seringkali pula hal tersebut menjadikan orang tua berucap dan bertindak tidak layak kepada pasangan hidupnya atau kepada anaknya yang berdampak negetif dan semakin mengeruhkan suasana rumah tangga. Kondisi ini secara prinsip tentunya tidak diharapkan oleh orang tua.

Namun, kadang kita-sebagai orang tua- kurang cerdas untuk menangkap hikmah di balik problem yang datang silih berganti tersebut. Padahal di balik problem itu terkandung banyak hikmah yang mendalam dan memberikan peluang banyak kebaikan.

Salah satu hikmah mendalam di balik problem adalah ujian terhadap kesabaran kita. Bila mana kita lulus dengan banyaknya ujian berupa problem-problem kehidupan rumah tangga tersebut karena kita mampu menghadapinya dengan kesabaran yang baik, maka  dengan sebab ini kita akan mendulang kebaikan yang banyak. Salah satu bentuk kebaikan yang banyak itu adalah limpahan pahala dari Allah ta’ala.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”(QS : Az Zumar [39] :10).

Wahai orang tua, menjadi orang tua yang penyabar sungguh tidaklah mudah, karena hal demikian membutuhkan perjuangan yang keras dalam menempa jiwa dan hati untuk itu. Namun demikian terus berlatih untuk menjadi seorang yang penyabar harus dilakukan untuk mendulang kebaikan yang banyak dariNya dan untuk mewujudkan banyak kemaslahatan dalam kehidupan secara umum dan dalam kehidupan berumah tangga secara khusus. Yakinlah, bila maksud Anda adalah untuk benar-benar mencari kebaikan, niscaya kebaikan itu akan diberikan kepada Anda.

Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، وَمَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ

Sesungguhnya ilmu itu dengan belajar, sesungguhnya sifat hilm (lemah lembut) dengan belajar berlemah lembut, barangsiapa yang mencari kebaikan, maka akan diberikan. Dan barangsiapa menjaga kejelekan, maka dia akan dilindungi. (HR. Thabrani di dalam Mu’jam ‘Al-Ausath, no. 2663 dan dihasankan oleh Al-Albany)

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk melakukan setiap kebaikan yang disyariatkan.

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: