Menjaga Kemaluan dari Zina

Menjaga-Kemaluan-dari-Zina-Sebab-Mewarisi-Surga-Firdaus.jpg

Allah azza wajalla berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ  فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa,  Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (Qs. Al-Mukminun : 5-7)

Menjaga kemaluan merupakan amal shaleh

Menjaga kemaluan yang dimaksud dalam ayat ini, yakni, tidak menggunakannya untuk dimasukkan ke dalam lubang yang tidak halal bagi pemiliknya, alias tidak melampiaskan hasrat biologis kepada orang lain yang tidak halal baginya, baik ke dalam kemaluannya ataupun ke dalam lubang  duburnya. Ini merupakan amal shaleh dalam bentuk pengendalian diri dari perkara yang terlarang.

Memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan orang lain yang tidak halal baginya ini terlarang, karena ini adalah hakikat zina. Sementara Allah azza wajalla menegaskan,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kalian mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu merupakan perbuatan keji dan merupakan seburuk-buruk jalan (dalam menyalurkan hasrat biologis) (al-Isra : 32)

Memasukkan kemaluan ke dalam dubur, baik terhadap orang yang halal ataupun kepada orang yang tidak halal juga terlarang karena ini adalah hakekat liwath, perbuatan nabi Luth-‘alaihissalam–  di mana pelakunya terlaknat. Rasulullah ﷺ bersabda,

ملعون ملعون ملعون من عمل عمل قوم لوط ملعون

Terlaknat… terlaknat… terlaknat… orang yang melakukan perbuatan kaum nabi luth …(HR. Al-Hakim di dalam al-Mustadrak, N o. 8053)

مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَتَهُ فِى دُبُرِهَا

Dilaknat (oleh Allah) orang yang menggauli istrinya pada duburnya (HR. Abu Dawud, No. 2164)

Menjaga kemaluan dari zina menambahkan keimanan seorang hamba

Sebelum Allah menyebutkan ayat 5-7 dari surat al-Mukminun yang penulis sebutkan di awal tulisan ini, Allah di awal ayat surat ini menyebutkan tentang bahwa orang yang beriman itu akan beruntung, maka penyebutkan ayat ini (yakni,5-7) mengandung isyarat bahwa sifat ini akan menjadikan keimanan seseorang menjadi tumbuh. Hal demikian itu dari sisi bahwa keimanan itu dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaan dan berkurang karena kemaksiatan. Dan telah kita sebutkan sebelumnya, bahwa menjaga kemaluan dari zina termasuk bentuk amal shaleh, oleh karenanya, dengan seorang melakukannya hal ini akan menjadi penyebab keimanannya bertambah.

Sebab Mewarisi Surga Firdaus

Menjaga kemaluan dari zina juga termasuk tindakan yang oleh karenanya pelakunya akan mewarisi surga firdaus. Hal demikian itu ditunjukkan oleh ayat al-Qur’an,  bahwa setelah Allah menyebutkan ayat tersebut di atas, Allah kemudian menyebutkan tiga ayat berikutnya, lalu Dia berfirman,

أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ  الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Qs. Al-Mukminun : 10-11)

Akhirnya, semoga Allah mengaruniakan taufik kepada kita untuk dapat menjaga kemaluan kita dari perkara yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya sehingga kita mewnjadi bagia dari orang yang akan mewarisi Surga Firdaus-Nya. Amin. Wallahu a’lam

Penulis : Amar Abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: