Mewaspadai Hadis Lemah Seputar Puasa dan Ramadhan (Bagian 1)

Mewaspadai-Hadis-Lemah-Seputar-Puasa-dan-Ramadhan-bag.jpg

Di antara perkara yang patut untuk diwaspadai oleh setiap muslim adalah ungkapan-ungkapan yang dinisbatkan kepada Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– yang tidak jarang justru disampaikan oleh pada penyeru agama ini dalam ceramah-ceramahnya untuk memberi motivasi kepada kaum muslimin seputar puasa dan bulan ramadhan, padahal ungkapan tersebut tidaklah benar penisbatannya kepada Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Berikut akan penulis sebutkan di antara ungkapan-ungkapan tersebut dengan maksud agar seorang muslim mewaspadainya dan tidak menisbatkan sesuatu yang tidak valid dari Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Di antara ungkapan yang oleh sebagian orang dinisbatkan kepada Nabi adalah ungkapan :

شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة واخره عتق من النار

Ungkapan ini merupakan bagian dari sebuah hadis yang cukup panjang, yang teksnya lengkapnya sebagai berikut,

أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك شهر فيه ليلة خير من ألف شهر جعل الله صيامه فريضة و قيام ليله تطوعا من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه و من أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه وهو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة و شهر المواساة و شهر يزداد فيه رزق المؤمن من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه و عتق رقبته من النار و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا ليس كلنا نجد ما يفطر الصائم فقال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على تمرة أو شربة ماء أو مذقة لبن و هو شهر أوله رحمة و أوسطه مغفرة و آخره عتق من النار من خفف عن مملوكه غفر الله له و أعتقه من النار و استكثروا فيه من أربع خصال : خصلتين ترضون بهما ربكم و خصلتين لا غنى بكم عنهما فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله و تستغفرونه و أما اللتان لا غنى بكم عنهما فتسألون الله الجنة و تعوذون به من النار و من أشبع فيه صائما سقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة

Wahai manusia telah menaugi kalian bulan yang agung lagi diberkahi, suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, Allah jadikan puasa (di siang harinya) sebagai sebuah perkara yang wajib, qiyamullain sebagai ibadah yang sunnah, barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan sebuah amal kebaikan hal tersebut seperti halnya orang yang telah menunaikan amal yang fardhu di luar bulan ramadhan, siapa yang menunaikan amal fardhu seperti orang yang menunaikan 70 perkara fardhu di luar bulan ramadhan, Ia (bulan Ramadhan) adalah bulan kesabaran, sedangkan kesabaran itu balasannya adalah Surga,  ia adalah bulan kesamaan, bulan di mana rizki seorang mukmin bertambah, siapa yang memberi buka kepada orang yang berpuasa hal tersebut sebagai sarana pengampunan dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka. Ia juga akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang diperolehnya. Mereka (para sahabat) mengatakan, tidak setiap kita mendapati sesuatu untuk memberik buka terhadap orang yang berpuasa. (mendengar penuturan mereka) Nabi menjawab, ‘Allah memberikan pahala tersebut bagi siapa saja yang memberikan buka puasa baik berupa sebutur kurma atau seteguk air, atau susu,

و هو شهر أوله رحمة و أوسطه مغفرة و آخره عتق من النار

Dan ia (bulan Ramadhan) adalah bulan yang pertamanya adalah rahmat, pertegahannya maghfirah (ampunan), dam akhirnya adalah pembebasan dari (siksa) Neraka.

Barangsiapa yang memberikan keringanan kepada budaknya niscaya Allah mengampuni (dosa)nya dan membebaskan dirinya dari (siksa) Neraka. Perbanyaklah di dalam bulan tersebut empat perkara; dua perkara menyebabkan rabb kalian ridha, sementara dua perkara lainnya engkau sangat membutuhkannya. Dua perkara yang dengannya akan menjadikan rabb kalian ridha adalah; (pertama), persaksian bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan (kedua) yaitu kalian memohon ampun kepadaNya. Adapun dua perkara yang kalian sangat membutuhkannya adalah (pertama) engkau meminta kepada Allah (agar dimasukkan ke dalam) Surga dan (kedua) engkau mohon perlindungan kepadaNya dari (siksa) Neraka.

Siapa yang memberikan rasa kenyang kepada orang yang tengah berpuasa pada bulan tersebut niscaya Allah akan memberinya minum seteguk dari telagaku (telaga Nabi) hingga ia  masuk ke dalam Surga.

Hadis ini, dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaemah dan yang lainnya dari Salman al-Farisi dan di dalam sanadnya terdap perowi yang bernama Aliy bin Zaed bin Jud’an. Imam Ahmad dan lainnya melemahkannya (lihat, Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah, Jilid 2, hadis no. 871. Dan telah diriwayatkan dari hadis Abu Hurairah secara marfu’ dengan redaksi,

أول شهر رمضان رحمة وأوسطه مغفرة واخره عتق من النار

Awal bulan ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfirah (pengampunan dosa) dan akhirnya adalah pembebasan dari (siksa) Neraka. (Hadis ini) dikeluarkan olh al-‘Uqailiy, Ibnu Adiy dan al-Khathib di dalam الموضح , dan juga dikeluarkan oleh as-Sailamiy dan Ibnu ‘Asaa-kir, sementara di dalam sanadnya terdapt seorang rowi yang bernama Salam bin Sulaiman bin Siwar. Ibnu Adiy mengatakan: ia (yakni,  Salam bin Sulaiman bin Siwar) menurutkan adalah seorang yang hadisnya diingkari. Selesai perkataan beliau.

Dan di dalam sanadnya juga terdapat seorang rowi yang bernama Maslamah bin ash-Shalt, Abu Hatim berkomentara tentang rowi ini, “matruku al-Hadis” (lihat, as-Silsilah adh-Dha’ifah, jilid 4, hadis no. 1569) .

Amar Abdullah

Sumber :

Ahadiitsun Dha’iifatun Yuktsiru Dzikruha Fii Ramadhan, dalam “Mukhalafaatu Ramadhan”, hal.  125-126 , dikumpulkan oleh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan, penerbit : Daarul Muslim.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: