Nasehat Menghadapi Problematika Kehidupan

Nasehat-Menghadapi-Problematika-Kehidupan.jpg

Wahai wanita yang diberkahi…

Jika Anda menghadapi problematika sosial, materi, kejiwaan dan sebagainya, maka ikutilah langkah-langkah berikut ini :

1 Rela dengan takdir dan tetap bersabar serta tidak gelisah

Maka janganlah Anda membenci ketetapan Allah, tidak dengan hati Anda dan tidak pula dengan lisan Anda serta tidak pula dengan anggota tubuh Anda. Relalah dengan ketetapan Allah dan pujilah Allah dengan lisan Anda, ucapkanlah,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

(alhamdulillahi ‘alaa kulli haa-lin)

Segala puji bagi Allah atas segala kondisi

Dan mohonlah kesejahteraan kepada Allah.

2 Hendaklah Anda mengucapkan,

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

(Innaa lillahi Wa Innaa ilaihi raaji’uun, Allahumma’ Jurnii Fii Mushiibatii Wa Akhlif-lii khairan Min-haa)  

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepadaNyalah kami dikembalikan. Ya Allah, berilah aku ganjaran pahala dalam musibah yang menimpaku ini dan berilah pengganti yang lebih baik dari musibah ini.”

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– telah bersabda, “(jika ia mengucapkan itu), niscaya Allah akan memberikan pengganti yang lebih baik daripada musibah tersebut (HR. Muslim)

3 Banyak-banyaklah beristighfar (memohon ampun kepada Allah)

Dalam atsar disebutkan, “barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kedukaan dan kemudahan dari setiap kesempitan…”

4 Bersegeralah melaksanakan shalat

Berwudhulah dan laksanakanlah shalat dua rakaat, sebab Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– bila sedang dirundung suatu perkara atau merasa sempit atau merasa duka karena sesuatu, beliau melaksanakan shalat.

5 Perbaikilah hubungan Anda dengan Allah !

Yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dalam sebuah pepatah disebutkan : barasang siapa yang memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki balasan baikNya terhadap makhlukNya.

7 Berdoalah !

Ali bin Abi Thalib berkata, “Tolaklah gelombang bala (cobaan) dengan doa”.

Doa penangkal duka adalah :

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Allahumma Innii ‘Ab-duka Wab-nu ‘Ab-dika, Wab-nu Amatika, Naa-shiyatii Biyadika, Maadhin Fiyya Hukmuka, ‘Adlun Fiyya Qadha-uka As-aluka Bi-Kulli ismin Huwa Laka, Sammaita Bihi Nafsaka Au An-zaltahu Fii Kitaabika Au ‘Allam-tahu Ahadan Min Khal-qika. Au Ista’tsarta Bi-hi Fii ‘ilmil Ghaibi ‘indaka, an-taj’alal Qur’aana Rabii’a Qalbii, Wanuura Shadriy, Wajalaa-a Huzniy Wa Dzahaaba Hammiiy.

Ya Allah, aku ini hambaMu, putra hambaMu (laki-laki) dan putra hambaMu (perempuan). Nasibku ada di tanganMu, berlaku padaku hukumMu, bijaksana padaku ketetapanMu. Aku memohon kepadaMu dengan setiap nama milikMu yang Engkau telah menyebut diriMu dengan nama itu atau telah Engkau turunkan di dalam KitabMu atau telah Engkau ajarkan kepada salah seorang makhlukMu atau yang Engkau sembunyikan di alam ghaib di sisiMu (aku mohon) agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai lentera hatiku dan cahaya dadaku serta penawar kesedihanku dan penghilang kedukaanku “ (HR. Ahmad)

Sumber : “Aktsar Min Alf Jawab li al-Mar’ah”, Khalid al-Husainan (Edisi Indonesia, hal. 252-254

Amar Abdullah bin Syakir

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: