Ngabuburit, untuk apa?

Ngabuburit-untuk-apa.jpg

Ngabuburit, sebuah istilah yang tak asing lagi ditelinga kawula muda, satu kata yang berasal dari bahasa sunda, yang berarti jalan-jalan di sore hari. Ngabuburit pun kemudian tidak hanya digunakan untuk menyebut istilah jalan-jalan, akan tetapi juga bisa digunakan menunjukkan aktivitas lain yang di lakukan di sore hari, seperti nongkrong atau berkumpul di suatu acara.

Dibulan Ramadhan ini, bulan yang penuh suka cita, dan sangat bersahaja ini, kegiatan ngabuburit ini tak ayal lagi menjadi aktifitas pilihan kebanyakan masyarakat Indonesia untuk menunggu datangnya waktu berbuka, terkhususnya bagi kawula muda.

Nah pada artikel kali ini, kita akan mencoba mengulas kegiatan yang populer ini dari kacamata agama, dari sisi manfaat dan mudharatnya bagi kaum muslimin di bulan puasa yang mulia ini.

SISI POSITIF DARI NGABUBURIT

Menurut makna yang kita dapat dari penjelasan sebelumnya, jelas bahwa kegiatan ini membawa satu nilai baik yang diserukan oleh Islam, yaitu mempererat tali silaturahmi dan hubungan antar sesama. Ngabuburit jika diisi dengan kegiatan positif jelas sangat bermanfaat, seperti berkunjung ke rumah saudara untuk buka bersama, atau mengadakan kegiatan lainnya seperti talkshow keislaman, bakti sosial, bedah buku dan lain sebagainya,  yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa. Akan tetapi nilai positif tersebut masih harus digarisbawahi dengan beberapa ketentuan berikut, agar tidak mengarah kepada hal-hal negatif, apa saja ia? Berikut:

NGABUBURIT DAN PERUSAKNYA

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara ciri baiknya keislaman seseorang, dia meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya“.

Hadits shahîh riwayat at-Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Mâjah no. 3976

Jadi sahabat Al Hisbah sekalian, sebelum sobat memutuskan untuk ikut nimbrung di acara ngabuburit kawan-kawan, alangkah baiknya menimbang-nimbang dan memperhatikan manfaatnya terlebih dahulu, karena sebagaimana mana yang kita ketahui, bahwasanya bulan puasa yang mulia ini terlalu suci untuk dikotori dengan aktifitas negatif kita, terlebih diwaktu sore sebelum berbuka yang mana ia merupakan waktu yang mustajab untuk diisi dengan berdoa, sebagaimana sabdanya:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih).

Maka dari itu berikut kami sebutkan beberapa kegiatan negatif pada Ngabuburit yang dapat merusak nilai puasa sobat untuk dihindari kedepannya!

1. Game Online

Pemandangan warnet yang penuh dengan anak-anak remaja belakangan ini seakan sudah tidak asing lagi, sebuah kecelakaan sosial yang merupakan tanggung jawab kita bersama, terutama kedua orangtua agar sekiranya dapat lebih extra mengawasi pergaulan anak kebanggaannya. bermain game memang tidak sepenuhnya kita katakan negatif jika itu hanya sekedar selingan saja, akan tetapi yang kita bahas disini adalah perilaku candu akan game online, maka kita lihat anak-anak muda yang kuat berjam-jam menghabiskan waktu di dalam warnet, dan tidak jarang pula warnet dibulan puasa ini menjadi sarang untuk melampiaskan rasa haus dan lapar pengunjungnya, ya! Sebagian mereka membatalkan puasanya!

2. Ngebut-ngebutan di jalanan

Nah satu lagi kegiatan negatif yang wajib dihindari, bukan saja di bulan Ramadhan, akan tetapi kapan saja, ngebut-ngebutan di jalanan! Dan kebanyakan yang melakukan ini malah mereka yang sama sekali belum memiliki SIM alias anak-anak dibawah umur! bayangkan bahaya kecelakaan yang bisa ditimbulkan!

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain

(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Daruqutni)

Maka kontrol orangtua sangat diperlukan kali ini.

3. Nongkrong di pinggir jalan

Tidak sedikit orang-orang merasa tidak nyaman ketika harus berjalan melewati sekumpulan pemuda, merasa takut jika tiba-tiba diganggu oleh mereka.

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

عَن أَبِي سَعِيدٍ الخدري رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِي ص م. قَالَ :(( إِيَّاكُمْ وَالجُلُوسَ عَلَى الطُرُقَاتِ- فِي رِوَايَةِ بِالطُرُقَاتِ- فَقَالُوا : مَالَنَابُدٌّ إِنَّمَاهِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثَ فِيْهَا. قَالَ : فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا لِمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيْقَ حَقَّهَا. قَالُوا : وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ : غَضُّ البَصَرِ، وَكَفَّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلاَمِ، وَالأَمْرُ  بِالْمَعْرُوْفِ، وَالنَّهْيِ عَنْ الْمُنْكَرِ).

Artinya : Dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu’anhu dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di jalan”. Maka para Sahabat berkata, “Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap”. Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata, “Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan”. Sahabat bertanya, “Apakah hak jalan itu?”. Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran”.

(HR. Bukhari dan Abu Dawud)

4. Pacaran

Nah yang satu ini sebenarnya semua kita sepakat akan kejelekannya, akan tetapi karena penyakit ini sudah begitu akut, sehingga kebanyakan dari muda-mudi kita seakan menutup telinganya dari peringatan syar’iat akan bahayanya, Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Penjelasan makna ayat

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا

Dan janganlah kalian mendekati zina.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan dalam haditsnya yang agung:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Jadi sobat Al Hisbah sekalian, mari sebelum kita berbuat setiap sesuatu, agar sekiranya memikirkan terlebih dahulu baik dan buruknya, karena segala sesuatu yang kita kerjakan akan diminta pertanggungjawabannya,

{وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18) } [ق: 16 – 19]

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” “(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” “Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” QS. Qaaf: 16-19.

Sekali lagi! Mari kita gunakan waktu kita sebaik mungkin dengan mengisinya dengan hal-hal yang positif, jika Ngabuburit sobat cenderung negatif maka tinggalkanlah! jika berisi hal yang positif seperti yang sudah kita jelaskan diatas, kenapa tidak?.

Semoga bermanfaat…

Muhammad Hadhrami Achmadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: