Pahala Besar Bagi yang Berdakwah Di Jalan Allah

Pahala-Besar-Bagi-yang-Berdakwah-Di-Jalan-Allah.jpg

Dipetik dan diterjemahkan dari ceramah Syaikh Shaleh bin ‘Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh

Diantara keutamaan berdakwah dijalan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA adalah mendapatkan pahala orang-orang yang mengikuti kita tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Sehingga ketika kita mengajak orang lain baik itu teman, istri, anak atau siapa saja kepada kebaikan kemudian mereka melaksanakannya maka kita akan mendapatkan pahala sama seperti pahala mereka. Jika kita mengajak mereka beristighfar, mengajarkan mereka bagaimana cara shalat sebagaimana shalat Rasulullah ﷺ, mengajak mereka rutin membaca dzikir pagi & sore, mengajarkan mereka membaca Al-Qur’an dengan benar, berakidah dengan akidah yang lurus, maka kita akan mendapatkan pahala itu semua sama seperti pahala mereka.

Hadits ini sungguh menumbuhkan semangat dakwah pada jiwa kita untuk menyusuri jalan dakwah, karena dengan berdakwah amalan yang hanya sedikit menjadi banyak. Jika kita shalat satu kali shalat, kemudian kita mengajarkan shalat kepada seratus orang dengan tatacara cara yang benar, maka kita akan mendapatkan pahala shalat seratus orang tersebut.

Jika kita berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang sesuai dengan sunnah tanpa mengada-ngada kemudian mengajarkan orang lain bagaimana cara beristighfar, atau mengajari dzikir-dzikir kepada mereka, baik itu itu dzikir pagi & sore, dzikir ketika masuk & keluar rumah dan sebagainya kemudian mereka mengamalkannya maka kita telah mengajarkannya untuk menjadi orang yang bannyak berdzikir kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, dan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA memuji orang-orang yang banyak berdzikir di dalam ayat yang berbunyi:

وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغفِرَة وَأَجرًا عَظِيما

Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).

Marilah kita memperbanyak dzikir kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA, mungkin orang yang melihat orang yang sedang berdzikir mengira bahwa itu adalah perbuatan sepele, tapi berapa banyak pahala yang akan didapatkan oleh orang yang berdzikir tersebut.

Kita juga bisa berdakwah dengan cara mencetak lembaran-lembaran kecil yang berisi nasehat, atau kata-kata mutiara dengan niat berdakwah kemudian membagi-bagikannya kepada masyarakat luas. Kita tidak tahu mungkin saja Allah memberi hidayah kepada seseorang setelah ia membaca lembaran yang kita bagikan tersebut.

Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman:

اِذاَ ماَتَ ابْنُ اٰدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّمِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍصَا لِحٍ يَدْعُوْلَه. رَوَهُ مُسْلِمْ

apabila anak Adam (manusia) telah meningal dunia terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah ilmu yang bermanfa’at, dan anak salih yang mendo’akan kedua orang tuanya.”( HR.Muslim )

Masuk ke dalam sedekah jariyah segala bentuk penyebar-luasan kebaikan yang bisa menjadi bekal amal bagi seseorang setelah meninggalnya, sedangkan ilmu yang bermanfaat maka ia masuk ke dalam sedekah jariyah, hanya saja ia lebih dikhususkan.

Kesimpulannya, bekas daripada dakwah tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi didunia dan diakhirat, Allah SUBHANAHU WA TA’ALA bermanfaat:

إِنَّا نَحنُ نُحيِ ٱلمَوتَىٰ وَنَكتُبُ مَا قَدَّمُواْ وَءَاثَٰرَهُم وَكُلَّ شَيءٍ أَحصَيهُ فِي إِمَام مُّبِين

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12).

Kata وَءَاثَٰرَهُمۡۚ (dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan), salah satu dari dua penafsiran mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bekas-bekas yang mereka tinggalkan sepeninggal mereka. Sebagian orang meninggalkan ilmu, sebagian meninggalkan anak sholeh, sebagian meninggalakan dakwah, dan setiap orang berbeda-beda.

Marilah kita menabung amalan-amalan baik yang pahalanya dapat terus mengalir sampai ke alam kubur nanti, dan jangan sampai sampai kita berbuat suatu perbuatan yang dosanya terus mengalir sampai ke alam kubur nanti, Allahul musta’an.

Saya memohon kepada Allah SUBHANAHU WA TA’ALA agar menjadikan kita semua orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi disisinya, dan saya memohon semoga Ia mengampuni dosa kita semua.

Syaikh Shaleh bin Abdul Aziz Alusy Syaikh

Diterjemahkan oleh Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: