Pemuda Melawan Sihir

penyihir.jpg

Dari Shuhaib ar-Rumi bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, ia berkata kepada sang raja, sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Oleh karena itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir. Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir.

Dan jalan antara raja dengan tukang sihir itu seorang rahib. Pemuda itu mendatangi sang rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Begitu ia sampai kepada tukang sihir –karena terlambat- serta merta ia dipukulnya seraya (ditanya) apa yang menghalangimu? dan bila sampai dirumahnya, keluarganya memukulnya seraya bertanya, apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang)? lalu, ia pun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, jika tukang sihir ingin memukulmu katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu maka katakanlah, ‘aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir.

Suatu kali, ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia, sehingga mereka tidak bisa menyebrang. Maka sang pemuda berkata, saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah ataukah perintah rahib. Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, ya Allah jika perintahmu maka bunuhlah binatang ini, sehingga manusia bisa menyeberang. lalu ia melemparnya, dan binatang itu pun terbunuh kemudian ia pergi. Maka ia beritahukan halnya kepada rahib. Lalu sang rahib berkata, wahai anakku, kini engkau telah menjadi lebih utama dari diriku. Kelak, engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan tunjukkan diriku. Selanjutnya, pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya.

Alkisah, ada pejabat raja yang tiba-tiba buta, Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak kepadanya seraya berkata, ‘sembuhkanlah aku, engkau boleh memiliki semua ini! Pemuda itu menjawab, aku tidak bisa menymbuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah subhanahu wata’ala. jika Anda beriman dan berdoa kepadanya, niscaya Ia akan menyembuhkanmu. Ia lalu beriman dan berdoa kepada Allah dan sembuh. Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sediakala. Sang raja bertanya,’wahai fulan siapa yang menyembuhkan penglhatanmu? ia menjawab, Tuhanku. Raja berkata, saya? Bukan. Tetapi tuhanku dan tuhanmu adalah Allah, tegasnya. Raja bertanya, apakah kamu memiliki tuhan selain diriku? ia menjawab, Ya, Tuhanku dan tuhanmu adalah Allah lalu ia pun terus disiksa sehingga ia menunjukkan kepada rahib.

Maka rahib itu pun didatangkan. Sang raja berkata, ‘Kembalilah kamu kepada agamamu semula! ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada sang pemuda juga dikatakan, kembalilah kamu kepada agamamu semula! ia menolak. Lalu bersama beberapa orang ia dikirim ke gunung ini dan itu. (Sebelumnya) sang raja berpesan, ketika kalian telah sampai pada puncak gunung maka bila ia kemmbali kepada agamanya (biarkanlah dia). Jika tidak, maka lemparkanlah dia! Merekapun berangkat.

Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdoa, Ya Allah jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendakmu. tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka sehingga semuanya tergelincir. Lalu sang pemuda berjalan mencari sampai bisa bertemu raja kembali. Raja bertanya, apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu? Ia menjawab, Allah menjagaku dari mereka. Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam sebuah perahu kecil.

Raja berkata, jika kalian berada di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika kembali kepada agamanya semula . jika tidak, lemparkanlah ia ke laut yang luas dan dalam. Sang pemuda berdoa, Ya Allah jagalah diriku dari mereka , sesuai dengan kehendakmu. Akhirnya mereka semuanya tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja. Sang raja bertanya, apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu? Ia menjawab, Allah menjagaku dari mereka. Lalu sang pemuda berkata, wahai raja, kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga kamu lakukan apa yang aku perintahkan maka enkau akan bisa membunuhku. Jika tidak, engkau tak akan bisa membunuhku. Raja penasaran, Perintah apa? sang pemuda menjawab, kumpulkanlah orang-orang disatu padang yang luas. Lalu saliblah aku di batang pohon.

Setelah itu ambillah anak panah dari wadah panahku, lalu ucapkanlah bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, tuhan sang pemuda). Maka raja (memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Pemuda itu meletakkan tangannya di bagian yang kena panah lalu meninggal dunia. Maka orang-orang berkata, Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda. Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda. Lalu dikatakan kepada raja, tahukah, sesuatu yang selama ini anda takutkan? Kini sesuatu itu telah tiba. Semua orang telah beriman. Lalu ia memerintahkan membuat parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya. Dan raja pun bertitah ‘siapa yang kembali kepada agamanya semula, maka biarkanlah ia. Jika tidak, maka lemparkanlah ia kedalam lubang yang berisikan api.

Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya. Hingga giliran seorang wanita bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, ‘Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada berada dalam kebenaran.

Sumber :

Dinukil oleh Amar Abdullah bin Syakir dari “Man Taraka Syai-an Lillahi ‘Awwadhahullahu Khairan Minhu, penulis : Ibrahim bin abdulah al-hazami. Edisi Indonesia : Kisah-kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi’in, Orang-orang Dulu dan Sekarang, penerbit : Darul Haq, Jakarta, kisah ke-7, hal 21-24

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: