Perkataan Para Ulama Tentang Dakwah

Perkataan-Para-Ulama-Tentang-Dakwah.jpg

Orang-orang yang berdakwah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dengan ilmu dan cara yang benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah penerus perjuangan dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu dakwah menjadi perhatian besar para ulama, mereka menghabiskan umur mereka demi menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada umat. Mereka berkhidmat kepada umat islam dengan menjaga ilmu yang telah yang diwariskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada ummatnya.

Disini kami akan mengutip beberapa perkataan ulama tentang dakwah dijalan Allah yang dikumpulkan oleh DR. Fadhl Ilahi Dhahir.

1. Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullah berpendapat bahwa siapa saja yang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wajib menyeru kepada apa yang telah diseru oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Allah berfirman:

قُل هَٰذِهِۦ سَبِيلِي أَدعُواْ إِلَى ٱللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ ٱتَّبَعَنِي

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata…” (QS. Yusuf: 108).

Ibnul Qayyim berkata, “(maksudnya) wajib bagi siapa saja yang mengikutinya untuk menyeru kepada apa yang telah ia serukan, serta mengingatkan kepada Al-Qur’an dan Hadits.”

Al-Kalbiy juga mengatakan perkataan yang semakna, beliau berkata, “maksudnya, aku dan orang-orang yang mengikutiku sama-sama menyeru kepada seruanku.”

2. Ibnu Katsir

Dalam kitab tafsirnya Ibnu Katsir menafirkan ayat berikut:

وَلتَكُن مِّنكُم أُمَّة يَدعُونَ إِلَى ٱلخَيرِ وَيَأمُرُونَ بِٱلمَعرُوفِ وَيَنهَونَ عَنِ ٱلمُنكَرِ وَأُوْلَٰئِكَ هُمُ ٱلمُفلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

Ibnu Katsir berkata, “maksud dari ayat ini adalah harus ada sekelompok orang dari umat ini yang bertugas khusus untuk melaksanakan kewajiban ini walaupun ia merupakan kewajiban bagi setiap individu sesuai kemampuan dan kapasitasnya sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان

Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49).

Maksud dari perkataan Ibnu katsir diatas adalah negara muslim harus menunjuk sekelompok orang atau mendirikan lembaga khusus yang bekerja di bidang amar ma’ruf nahi mungkar, kemudian orang-orang yang bertugas dalam hal tersebut diberikan upah dan jaminan hidup agar mereka konsentrasi dalam tugas mereka menyeru kepada kebaikan dan melawan kemungkaran. Wallahu ‘alam.

3. Abdul Aziz bin Baaz

Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata, “Kewajiban Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah menyampaikan menyampaikan risalah, dan begitulah tugas seluruh para rasul alaihimussholatu wassalam. Dan kewajiban umat adalah menyampaikan apa yang beliau sampaikan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

Begitu juga jika beliau berpidato dihadapan khalayak selalu mengatakan:

فليبلغ الشاهد الغائب، فرب مبلغ أوعى من سامع.

 

hendaknya yang menyaksikan (perkataanku ini) menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir, karena boleh jadi orangyang mendengar berita tetang perkataanku ini lebih memahami isinnya daripada yang mendengarnya langsung.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kesimpulannya, kita sebagai umat nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memiliki amanah untuk menyampaikan ajaran agama kita yang harus kita laksanakan sesuai ilmu dan kapasitas kita masing-masing,  dengan demikian syiar agama islam akan tetap kokoh, kebaikan akan menyebar dimana-mana dan kemungkaran akan menyusut. Sehingga umat ini layak untuk mendapatkan suatu predikat kehormatan dari Allah subanahu wa ta’ala sebagai (خير أمة) “sebaik-baik ummat”.

Diterjemahkan oleh Arinal Haq dari kitab ‘Rakaaizud Da’wati Ilallah’ karya DR. Fadhl Ilahi Dhahir hal. 45-46 dengan beberapa tambahan.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: