Program Amar Makruf Nahi Munkar di Bulan Ramadhan

Program-Amar-Makruf-Nahi-Munkar-di-Bulan-Ramadhan.jpg

Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia tentu sangat mengistimewakan kedatangan bulan puasa, maka dapat kita saksikan sebuah pemandangan yang menakjubkan dan antusias kaum muslimin ketika menyambutnya, ada yang melakukan pawai obor, ibu-ibu berbelanja untuk masakan spesial di hari pertama, RT/RW gotong royong membersihkan lingkungan dan lain-lain, dari kebiasaan baik yang sudah membudaya ditengah masyarakat.

Akan tetapi untuk lebih baiknya lagi, kita juga harus memeriahkan ramadhan dengan amalan-amalan yang dianjurkan langsung oleh syariat, untuk itu berikut kami paparkan beberapa program yang dapat menginspirasi saudara muslim untuk menghidupkan bulan Ramadhan tahun ini:

1. Memberikan perhatian terhadap dakwah dengan menyeru kepada kebaikan di hari-hari yang sangat utama ini, dan hanya datang setahun sekali. Yaitu dengan menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar, mengingatkan manusia akan kewajiban-kewajiban mereka di bulan yang mulia ini, dan memperingatkan mereka dari apa-apa yang diharamkan atas mereka selama bulan ramadhan.

Maka bulan Ramadhan sejatinya adalah sebuah kesempatan untuk memperingatkan kaum muslimin daripada hal-hal yang mungkar dan haram, maksiat dan pelanggaran, dan secara khusus apa-apa yang sering terjadi di bulan ini: seperti menghabiskan waktu dengan duduk menonton serial drama dan film, berlebih-lebihan dalam makanan berbuka, melewatkan waktu-waktu terbaik dengan melakukan hal yang haram, terlalu banyak tidur hingga melewatkan waktu shalat, dan lain-lain. Segala macam maksiat diatas sejatinya adalah maksiat  sepanjang masa, akan tetapi teruntuk bulan puasa level keharamannya dilebihkan dan dosanya digandakan disebabkan keagungan bulan ini.

2. Kepada kaum muslimin hendaknya menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar di manapun berada ketika menjalankan ibadah puasa ini, baik ketika dijalanan, di pasar atau dirumah sendiri, ketika terjadi kemungkaran didepan mereka maka segera diingkari dengan memberikan nasehat dan arahan kepada pelakunya. seperti orang yang malah memutar musik ditengah keagungan bulan puasa ini, atau para wanita yang keluar rumah dengan pakaian tidak sopan, orang-orang yang sibuk dengan dagangannya diwaktu shalat, terlebih lagi mereka yang sengaja tidak berpuasa atau membatalkannya ditengah jalan, maka wajib bagi kaum muslimin untuk sebisa mungkin mengingkari bentuk-bentuk kemungkaran seperti diatas yang menunjukkan sikap tidak menghormati keagungan bulan Ramadhan ini.

3. Membagikan dan menyebarluaskan sunnah-sunnah dan adab-adab yang berkaitan dengan puasa ini, mengajarkannya kepada mereka yang belum mengetahuinya. juga menerangkan kepada kaum muslimin tentang hakikat beberapa amalan yang ternyata tidak disunnahkan dibulan puasa ini, seperti kewajiban melafazkan niat puasa dan sebagainya.

4. Memotivasi sesama agar kuat selama bulan puasa, dan menjaga puasanya dari hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi yang dapat mengurangi nilai pahalanya atau bahkan bisa jadi menghanguskannya, seperti menggunjing, mengadu domba, sumpah palsu, memakan harta haram, mendengarka dan mengucapkan hal yang haram, begadang untuk tontonan yang rusak lagi merusak, tidak shalat berjamaah atau bahkan sama sekali tidak shalat.

5. Memperhatikan kebutuhan rohani anggota keluarga masing-masing selama bulan Ramadan ini, seperti dengan memberikan nasehat agar mereka menjaga puasanya dari hal-hal haram dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. ini sangat dianjurkan untuk dilakukan dibulan puasa ini, karena secara umum seorang muslim pasti sangat antusias terhadap apa-apa yang ada di bulan yang spesial ini, sehingga hidayah Allah menjadi lebih dekat, maka kita dapati kaum muslimin lebih rajin shalatnya, dan lebih banyak bacaan Qurannya dibulan ini.

6. Mengadakan suatu pertemuan atau kegiatan yang bersifat amar makruf nahi mungkar dibulan Ramadhan ini, sehingga dapat berperan secara langsung dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan.

7. Mengirimkan pesan-pesan nasehat kepada para pemilik media elektronik yang malah menampilkan acara-acara yang tidak baik untuk kaum muslimin di bulan yang suci ini, agar mereka menyadari akan buruknya peran mereka dengan menyebarkan kemungkaran dan agar mereka mengetahui konsekuensi dari tindakan mereka, semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah-Nya.

8. Bagi para da’i, agar berperan aktif dalam menebar kebaikan dan kebajikan di bulan yang mulia ini, dengan mensyiarkannya ditengah-tengah komunitas muslim, seperti dengan mengadakan buka bersama, bakti sosial dan sebagainya. dan tak lupa pula agar mengikutsertakan para pemuda didalamnya sebagai bentuk motivasi untuk mereka, kemudian bersama-sama dengan mereka terjun ke lapangan untuk menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, begitu seterusnya agar lama kelamaan masyarakat menjadi terbiasa dengan pemandangan Amar Makruf Nahi Munkar kemudian simpati dan mau ikut terjun bersama.

9. Bagi para da’i juga, agar semampu mungkin untuk mengingatkan kaum muslimin tentang kewajiban mereka dibulan puasa ini, jangan sampai mereka kehilangan arah sehingga berpaling dari ibadah. mengarahkan mereka dengan Al Quran dan Sunnah sehingga mereka meninggalkan praktik-praktik maksiat dibulan suci ini.

10. Mengingatkan kaum muslimin agar tidak lalai dari beribadah di 10 hari terakhir dari bulan puasa, dengan dalih sibuk mepersiapkan menyambut hari raya Idul Fitri, padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa 10 hari terakhir itulah hari-hari terbaik bulan ramadhan.

Kemudian juga agar para da’i di hari-hari-hari terakhir bulan ramadhan agar segera menjelaskan kepada kaum muslimin tentang adab-adab berhari raya, hal itu agar hari raya kita berkualitas, bukan malah melanggar apa-apa yang sudah ditinggalkan selama bulan puasa dari perkara-perkara yang mungkar.

Sumber:

Artikel berjudul:

من وسائل الحسبة ومظاهرها في شهر الصوم

Di situs Hisbah Arab Saudi Almohtasb.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: