Qadha Puasa Syawwal di Bulan Dzul Qa’dah, Bolehkah ?

syawal.jpg

Abdul Hakim Syari menulis,

Seorang anggota ulama besar, seorang Dosen di kuliah syariah di Jami’ah al-Imam Muhammad bin Sa’ud al-Islamiyah yang bernama Syaikh Dr. Sa’d bin Turkiy al-Khatslan, membolehkan melakukan qodha puasa 6 hari bulan syawwal pada bulan Dzul Qa’dah bagi orang yang terbiasa melakukan puasa tersebut sementara ia memiliki uzur yang menghalanginya untuk melakukan puasa syawwal tersebut.

Beliau mengatakan memberikan fatwa kepada seorang penanya di program “al-Jawab al-Kafiy” di saluran televisi “al-Majd” yang disiarkan kemarin hari Ahad seputar masalah,” mungkinkah seseorang mengqodha puasa 6 hari bulan Syawwal bila mana ia tidak dapat melakukannya pada bulan Syawwal karena suatu uzur yang memaksanya ? “Iya”, bila mana merupakan kebiasaannya bahwa ia berpuasa 6 hari pada bulan Syawwal, namun ia mendapati adanya uzur yang menghalanginya sepanjang bulan Syawwal dan ia tidak dapat berpuasa 6 hari tersebut, kemudian uzur tersebut hilang setelah berakhirnya bulan Syawwal, maka tidak mengapa ia mengqadha puasa 6 hari bulan syawwal pada bulan Dzul Qa’dah”.

Dan Syaikh al-Khatslan menambahkan, “dalil yang menunjukkan hal ini adalah apa yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dan yang lainnya bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda kepada seorang lelaki, أصمت من شهر شعبان؟ ( apakah engkau berpuasa pada bulan sya’ban ? ) lelaki tersebut menjawab, “ Tidak”, lalu Beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam-  bersabda, إذا صمت رمضان فصمها ( jika engkau telah puasa Ramadhan maka berpuasalah ) !

Dan, beliau menjelaskan :  orang ini memiliki kebiasan puasa pada beberapa hari di bulan Sya’ban, adalah kebiasaannya berpuasa pada hari-hari tersebut, namun pada tahun tersebut ia tidak berpuasa, maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- memberikan saran kepadanya untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan”.

Dan, beliau mengakhiri pembicaraannya seraya mengatakan, ‘(maka) demikian pula barangsiapa yang kebiasaannya berpuasa 6 hari di bulan Syawwal, namun terkena uzur yang menghalanginya dari berpuasa 6 hari tersebut di bulan syawwal , dan ia mendapatkan kemudahan untuk melakukannya pada bulan Dzul Qi’da, maka mengqodhanya, ia berpuasa 6 hari tersebut pada bulan Dzul-qi’dah”.

Sumber :

https://sabq.org, الخثلان-يجوز-قضاء-صيام-الست-من-شوال-في-ذي-القعدة,

17 يوليو 2016 – 12 شوّال 1437

11:58 PM

Lihat videonya, di Youtube

الجواب الكافى مع معالي الشيخ أ.د سعد الخثلان 12-10-1437هـ عضو هيئة كبار العلماء

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: