Renungan Ayat Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Renungan-Ayat-Amar-Maruf-Nahi-Mungkar.jpg

Sejak zaman Bani Israel dahulu amar ma’ruf nahi mungkar sudah diperintahkan, oleh karena itu dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala memuji sebagian mereka yang melaksanakannya dan mencela yang meninggalkannya, bahkan Allah menurunkan adzab kepada sebagian mereka ketika maksiat tersebar dimana-mana dan tidak ada satupun dari mereka yang mengingkarinya. Sebagaimana kewajiban ini diwajibkan kepada mereka, ia juga disyari’atkan kepada ummat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an, baik berupa perintah secara jelas atau dengan menyebutkan keutamaannya atau dengan menyebutkan bahwa itu adalah salah satu ciri orang-orang beriman.

Marilah kita merenungi salah satu ayat amar ma’ruf nahi mungkar.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلتَكُن مِّنكُم أُمَّة يَدعُونَ إِلَى ٱلخَيرِ وَيَأمُرُونَ بِٱلمَعرُوفِ وَيَنهَونَ عَنِ ٱلمُنكَرِۚ وَأُوْلَٰئِكَ هُمُ ٱلمُفلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran: 104).

Renungan Pertama, ayat ini adalah perintah yang jelas untuk ummat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam agar menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Para ulama berbeda pendapat apakah kata من (sebagian) menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar itu bersifat fardhu ‘kifayah (jika sebagian orang telah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban atas sebagian yang lain), ataukah kata ini hanya untuk menjelaskan saja bukan untuk menunjukkan sebagian, sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar bersifat fardhu ‘ain (wajib bagi setiap individu muslim), kebanyakan ulama memilih pendapat pertama, tapi ada keadaan tertentu dimana amar ma’ruf nahi mungkar bisa menjadi fardhu ‘ain, masalah ini sudah pernah kami bahas dalam artikel; ‘Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Fardhu ‘ain atau Fardhu Kifayah?’.

Renungan Kedua, Ayat ini mewajibkan kaum muslimin dengan tiga perkara; menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar.

Imam Ghazali berkata, “Ayat ini mengandung tiga perintah, yaitu; menyeru kepada kebajikan, kemudian menyuruh kepada yang ma´ruf, kemudian mencegah dari yang munkar. Tiga hal ini dipisahkan dengan kata ‘athf (dan/kemudian) dan ini menunjukkan bahwa ini adalah tiga prbuatan yang berbeda.”

Kemudian beliau juga mengatakan, “menyeru kepada kebajikan adalah suatu jenis perbuatan yang dibawahnya terdapat dua perkara, pertama adalah menyuruh kepada sesuatu yang seharusnya dilakukan yang disebut juga dengan ‘ma’ruf’, dan kedua adalah mencegah dari sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan yang disebut juga dengan ‘mungkar’. Jadi Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan jenis perbuatannya dulu, baru kemudian menyebutkan dua macam dari perbuatan tersebut, dan ini adalah suatu bentuk penjelasan yang mengandung penekanan.” (Mafatihul Ghaib Jilid 8 Hal. 146).

Renungan Ketiga, ayat ini menunjukkan akan kemuliaan orang-orang yang melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, sehingga mereka adalah orang-orang terpilih yang akan memperoleh keberuntungan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Penulis : Arinal haq

Wallahu a’lam bisshowab

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: