6 Bahaya Perbuatan Riya Yang Wajib Anda Ketahui

daun-orange.jpg

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Pebaca yang budiman, pada edisi yang lalu telah kita sebutkan 3 sisi yang menunjukkan bahwa riya merupakan penyakit hati yang berbahaya, yaitu :

Pertama, riya lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada fitnah al-Masih ad-Dajjal,

Kedua, riya lebih merusak daripada serigala di antara domba.

Ketiga, membatalkan keberkahan amal baik dan menggugurkannya.

Pembaca yang budiman, inilah kelanjutannya,

Keempat, mengundang siksa akhirat.

Pembaca yang budiman, Rasulullah menghabarkan bahwa orang pertama yang dibakar api neraka adalah orang yang membaca Al-Qur’an, mujahid dan orang yang bersedekah,yang mana orang-orang tersebut mengiginkan dari apa yang dilakukannya agar dikatakan bahwa dia adalah qari(ahli dalam hal membaca Al-Qur’an), dia adalah pemberani dan dia adalah seorang dermawan, amal mereka tidak ikhlas karena Allah. beliau bersabda,

أن الله تبارك وتعالى إذا كان يوم القيامة ينزل إلى العباد ليقضي بينهم وكل أمة جاثية فأول من يدعو به رجل جمع القرآن ورجل يقتتل في سبيل الله ورجل كثير المال فيقول الله للقارئ ألم أعلمك ما أنزلت على رسولي؟ قال بلى يا رب قال فماذا عملت فيما علمت ؟ قال كنت أقوم به آناء الليل وآناء النهار فيقول الله له كذبت وتقول له الملائكة كذبت ويقول الله بل أردت أن يقال إن فلانا قارئ فقد قيل ذاك ويؤتى بصاحب المال فيقول الله له ألم أوسع عليك حتى لم أدعك تحتاج إلى أحد؟ قال بلى يا رب قال فماذا عملت فيما آتيتك ؟ قال كنت أصل الرحم وأتصدق فيقول الله له كذبت وتقول له الملائكة كذبت ويقول الله تعالى بل أردت أن يقال فلان جواد فقد قيل ذاك ويؤتى بالذي قتل في سبيل الله فيقول الله له فيماذا قتلت؟ فيقول أمرت بالجهاد في سبيلك فقاتلت حتى قتلت فيقول الله تعالى له كذبك وتقول له الملائكة كذبت ويقول الله بل أردت أن يقال فلان جريء فقد قيل ذاك ثم ضرب رسول الله صلى الله عليه و سلم على ركبتي فقال يا أبا هريرة أولئك الثلاثة أول خلق الله تسعر بهم النار يوم القيامة

“Bahwa Allah tabaraka wa ta’ala di hari kiamat nanti turun kepada hamba-hambaNya untuk memberikan keputusan di antara mereka dan tiap-tiap umat berlutut, maka yang pertama-tama diseru adalah seorang yang banyak mengumpulkan Al-Qur’an (yakni, menghafalnya), orang ikut serta berperang di jalan Allah, seorang yang berharta banyak. Lalu, Allah berkata kepada orang yang pandai membaca (hafal) Al-Qur’an, ‘Bukankah aku telah mengajarkan kepadamu apa yang Aku turunkan kepada rasulKu?’ Orang tersebut menjawab, ‘Tentu wahai rabbku’, Allah bertanya kembali, ‘Apa yang engkau lakukan terhadap apa yang telah engkau ketahui?’ Orang tersebut menjawab, ‘Aku membacanya sepanjang malam dan siang’. Lalu, Allah berkata kepadanya, ‘Engkau telah berdusata’, dan malaikatpun berkata kepadanya, ‘Engkau telah dusta’, dan Allah berkata, ‘Bahkan engkau ingin agar engkau dikatakan sesunguhnya si fulan adalah seorang yang pandai membaca Al-Qur’an, dan sungguh hal itu teah dikatakan’. Lalu didatangkanlah orang yang banyak dikaruniai harta, lalu Allahpun berkata kepadanya, ‘Bukankah Aku telah memberikan keluasan harta kepadamu hingga engkau tak merasa butuh kepada orang lain?’ Orang menjawab, ‘Tentu, wahai rabbku’. Lalu Allah bertanya kepadanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan apa yang telah Aku karuniakan kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Aku menyambung tali kekerabatan dan aku bersedekah’. Maka, Allah berkata kepadanya, ‘Engkau telah dusta’, dan malaikatpun berkata kepada orang tersebut, ‘Engkau dusta’, dan Allah berkata kepadanya, ‘Bahkan engkau melakukan hal tersebut agar dikatakan si fulan orang yang dermawan, dan sungguh hal tersebut telah dikatakan’. Dan didatangkan pula orang yang ikut serta dalam perang di jalan Allah, maka Allah pun bertanya kepadanya, ‘Dalam hal apa engkau berperang?’ Maka orang tersebut menjawab, ‘Aku telah diperintahkan untuk berjihad di jalanMu maka aku pun melakukan hal itu hingga aku terbunuh’. Lalu, Allah bertanya kembali kepada orang itu, ‘Engkau dusta’, maka malaikatpun mengatakan (kepada orang tersebut), ‘Engkau dusta’, dan Allah berkata kepada orang tersebut, ‘Bahkan engkau menginginkan agar dikatakan bahwa si fulan seorang pemberani dan hal itu telah dikatakan’.”

Perowi (yakni, Abu Hurairah) bertaka, “Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam memukul (memegang) kedua pundakku, lalu beliau berkata, “Wahai Abu Hurairah, mereka itulah tiga orang ciptaaan Allah yang pertama-tama akan dimasukkan ke dalam Neraka.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2382)

Kelima, menyebabkan kegagalan meraih pahala akhirat, mewariskan kehinaan, kerendahan dan kekalahan.

Nabi bersabda,

بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ وَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ

“Sampaikan berita gembira kepada umat ini bahwa mereka akan mendapatkan kemuliaan, agama dan kejayaan serta kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka yang melakukan amal akhirat demi dunia maka di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim dan dia menshahihkannya. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib no. 23)

Keenam, riya menyebabkan kekalahan umat,

Rasulullah bersabda,

«إِنَّمَا نَصَرَ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضُعَفَائِهِمْ وبِصَلاتِهِمْ ودَعْوَتِهِمْ وإخْلاصِهِمْ»

“Umat ini diberi kemenangan oleh Allah karena orang-orang lemah di antara mereka,  shalat mereka, dengan doa mereka, dan keikhlasan mereka.” ( HR. asy Syamiy, di dalam al-Musnad, no. 68)

Wallahu a’lam.

Semoga Allah mengaruniakan keikhlasan dalam beribadah kepadaNya dan ketika beramal shalih lainnya. Aamiin.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.


Penyusun: Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Fans Page hisbah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: