Riya Mengurangi Tauhid yang Wajib

kabut.jpg

Pembaca yang budiman, syirik kecil tidak mengeluarkan pelakunya dari agama, tetapi dia mengurangi tauhid yang wajib. Syirik kecil diantara jenisnya yaitu, Riya.

Seperti orang yang membaguskan shalatnya karena ingin dipuji oleh orang yang melihatnya dan sebagainya. Dalam hadits (disebutkan),

أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ

“Seorang laki-laki shalat, dia membaguskan shalatnya karena dia mengetahui bahwa ada laki-laki lain yang melihatnya.” (HR. Ibnu Majah – Hadits Hasan)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Mahmud bin Labid, semoga Allah meridhoinya,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, wahai Rasulullah, apakah syirik kecil tersebut? Beliau menjawab, Riya. Allah subhanahu wata’ala akan mengatakan kepada mereka pada hari kiamat tatkala manusia diberikan ganjaran atas perbuatan mereka: pergilah kalian menemui orang-orang-orang yang kalian melakukan perbuatan riya (karena mereka) di dunia, lihatlah apakah kalian mendapatkan balsan di sisi mereka?” (HR. Ahmad- Hadits Shahih)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Syaddad bin Aus, semoga Allah meridhoinya,

مَنْ صَلَّى يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ صَامَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ وَمَنْ تَصَدَّقَ يُرَائِي فَقَدْ أَشْرَكَ

“Siapa yang shalat karena riya maka dia telah berbuat syirik, siapa yang puasa karena riya maka dia telah berbuat syirik, dan siapa yang bersedekah kerena riya maka dia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad-Hadis Hasan)


Sumber : Kitab Tauhid Ibadah, Syaikh Muhammad bin Syami bin Matha’in Syaibah, hal. 187.

Penyusun : Amar Abdullah Abu Umair

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: