Saat Kematian Tiba

Saatnya-Kematian-Tiba.jpg

Wahai Manusia, manakah harta benda yang telah engkau kumpulkan hingga engkau siap untuk menghadapi dahsyatnya kematian?

Telapak tanganmu pada saat kematian menjadi kosong. Dahulu kaya dan terhormat, kini menjadi hina dan fakir. Lalu bagaimana sekarang wahai orang yang menggadai dosa-dosanya dan wahai orang yang dipisahkan dari keluarganya dan rumah-rumahnya? kamu mengetahui jalan yang lurus tetapi kamu kurang peduli untuk membawa perbekalan untuk perjalanan jauhmu dan pemberhentianmu yang sulit dan berat. Atau tidakkah kau tahu, wahai orang yang  terpedaya, bahwa perjalanan harus ditempuh menuju hari yang sangat menakutkan. Tidak bermanfaat bagimu alasan ini dan itu, tetapi kau ditanya di hadapan penguasa yang memberi balasan; apa yang dilakukan oleh kedua tangan, apa yang dilakukan oleh kedua kaki, apa yang diucapkan oleh lisan, dan apa yang dilakukan oleh badan. Jika Allah merahmatimu, maka kamu menuju Surga dan jika tidak, maka kamu menuju Neraka.

Wahai orang yang lalai, sampai seberapakah kealpaan ini? apakah kau mengira bahwa kesalahannya kecil dan masalahnya remeh? engkau mengira bahwa keadaanmu akan bermanfaat  bagimu ketika tiba ajalmu, hartamu akan menyelamatkanmu ketika amal-amalmu membinasakanmu, penyeselanmu mencukupimu ketika telapak kakimu tergelincir, atau familimu akan berbelas kasih kepadamu ketika kamu merasa merugi. Sungguh tidak, Demi Allah, buruk sekali persangkaanmu, dan kau pasti akan mengetahui. Kamu tidak puas dengan rizki ala kadarnya, kamu tidak menghindari yang haram, kau tidak mendengarkan nasehat-nasehat, dan tidak takut dengan ancaman. Kebiasaanmu memperturutkan hawa nafsu dan bertindak semena-mena. Engkau senang bermegah-megahan dengan harta yang kamu miliki dan tidak ingat apa yang ada di hadapanmu.

Wahai orang yang tidur dalam kealpaan dan ketidaksadaran, sampai seberapa jauhkah kelalaian ini? apakah engkau menyangka akan dibiarkan begitusaja dan kelak tidak akan dihisab?, ataukah engkau menyangka bahwa kematian bisa menerima suap? sungguh tidak! Demi Allah, harta dan anak-anak tidak akan membelamu dari kematian. Tidak ada yang bermanfaat bagi ahli kubur kecuali amal yang baik. Maka beruntunglah bagi siapa yang mendengar dan memahami, merealisasikan apa yang diakuinya, mencegah diri dari hawa nafsu, dan ia tahu bahwa orang yang beruntung adakah siapa yang menyesali dirinya.

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (39) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (40)

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwa usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya) (Qs. An-Najm : 39-40)
Maka bangunlah dari ketidaksadaran ini, dan jadikanlah amal shaleh sebagai persiapanmu. Jangan mengharapkan kedudukan (derajat) kaum yang berbakti, sedangkan engkau melakukan dosa-dosa dan melakukan amalan kaum pendurhaka. Tetapi perbanyaklah beramal shaleh dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah, Tuhan langit dan bumi, dalam kesendirianmu. Janganlah engkau ditipu oleh angan-angan sehingga tidak beramal. Ataukah kau tidak mendengar Rasulullah, dimana beliau bersabda, ketika duduk di atas kubur, “wahai saudara-saudaraku, bersiaplah untuk hal seperti ini.” tidakkah kamu mendengar Tuhan yang telah menciptakanmu dan menyempurnakan ciptaanmu berfirman, yang artinya, “Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” (Qs. Al-Baqarah : 197)

Mereka bersyair :

Berbekallah dari kehidupan duniamu untuk akhiratmu

Laksanakanlah hak Allah dan kerjakanlah

Itulah sebaik-baik perbekalan

Jangan kumpulkan banyak-banyak dari dunia ini

Sebab harta itu dikumpulkan untuk lenyap

Apakah kamu rela menjadi teman suatu kaum yang memiliki perbekalan

Sedangkan kamu tanpa perbekalan

Penyair yang lain mengatakan :

Jika kamu tidak pergi membawa perbekalan berupa takwa

Dan kamu berjumpa sesudah kematian dengan orang yang membawa perbekalan

Maka kamu akan menyesal mengapa tidak sepertinya

Dan tidak bersiap sebagaimana mereka bersiap.

Penyair lain berkata :

Kematian adalah lautan yang bergulung-gulung ombaknya

Di dalamnya hilang upaya orang yang berenang

Wahai jiwa, aku berkata-kata; dengarlah

Ucapan dari orang yang berbelas kasih lagi menasehati

Tidak ada yang bermanfaat bagi manusia dalam kuburnya selain ketakwaan dan amal shaleh

 

Sumber :

Dinukil oleh Abu Umair dari, at-Tadzkirah Fii Ahwali al-Mauta, Imam al-Qurthubi, (Edisi Bahasa Indonesia : Buku Pintar Alam Akhirat 1, penerjemah : Ahmad Syaikhu, SAg), hal. 159-161, Penerbit : Darul Haq, Jakarta. Dengan pemberian judul oleh penukil.

Penulis: Amar Abdullah

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: