Sedikit ilmu (ilmu syar’i) banyak amal

sedikit-ilmu.jpg

Banyaknya buih dilautan hanya akan berada di permukaan airnya, tetapi batu sebesar kepalan tangan akan sampai dasar lautan. Begitulah ungkapan yang apabila memiliki banyak ilmu tetapi tidak diamalkan akan percuma karena ia hanya akan terlihat kepintaran akan ilmu tersebut tetapi manusia disekilingnya tidak melihat amal atau manfaat perbuatan dari ilmu yang dimiliki orang tersebut. Sedangkan bagi yang memiliki ilmu sedikit tetapi dia mengamalkan ilmunya itu maka manusia disekelilingnya akan merasakan manfaat dari ilmunya apalagi dilakukan secara terus menerus.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan (ilmu) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(Q.S. Al Israa’ : 36)

Perkataan  Al-Imam Asy-Syathibi dalam kitabnya Al-Muwafaqat. Beliau berkata:

أَنَّ كُلَّ عِلْمٍ لا يُفيد عَمَلاً؛ فَلَيْسَ فِي الشَّرعِ مَا يَدُلُّ عَلَى استِحسَانِه

“Semua ilmu yang tidak membuahkan amal maka tidak dalam syariat satu dalil pun yang menunjukkan akan baiknya ilmu tersebut.” (Al-Muwafaqat 1/74)

Dan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang siapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum Muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, dan barangsiapa yang diterima darinya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga” (HR. Bukhari dan ad-Dhiya al-Maqdisi dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu ‘anhu).

Begitu mudahnya perbuatan kebaikan hanya dengan menyingkirkan gangguan yang menghalangi jalan, dengan yang sedikit tetapi rajin menghilangkan gangguan-gangguan yang menghalangi jalan maka insya Allah akan masuk surga karena dia memiliki pengetahuan tentang keutamaan menghilangkan gangguan dari jalan dan dilakukannya dengan ikhlas karena mengharap ridho Allah.

“Ilmu adalah pembantu bagi amal, dan amal adalah puncak dari ilmu.” (Iqtidhaul Ilmi Al-’Amal 14-15)

Dan kepada Allah lah kita memohon taufiq dan hidayahNya.

Allahhu A’lam

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: