Segera Menuju Shalat (bag.1)

Shalat2.jpg

Saudaraku, lima kali dalam sehari, kita selalu mendengar kumandang adzan di masjid-masjid Allah azza wajalla,

الله أكبر الله أكبر
الله أكبر الله أكبر
أشهد أن لا إله إلا الله
أشهد أن لا إله إلا الله
أشهد أن محمدا رسول الله
أشهد أن محمدا رسول الله
حي على الصلاة
حي على الصلاة
حي على الفلاح
حي على الفلاح
الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله
Alloh Maha Besar Alloh Maha Besar
Alloh Maha Besar Alloh Maha Besar
Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Alloh
Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Alloh
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh
Marilah sholat
Marilah sholat
Marilah menuju kepada kebahagiaan
Marilah menuju kepada kebahagiaan
Alloh Maha Besar Alloh Maha BesarTidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Alloh.Demikianlah seruan muadzin, “Marilah sholat, marilah sholat, marilah menuju kepada kebahagiaan, marilah menuju kepada kebahagiaan.”Sang Muadzin memanggil kita dengan maksud agar kita segera menyudahi segala urusan yang kita tengah sibuk di dalamnya untuk berpindah kepada urusan yang lebih besar daripada itu semuanya yaitu, Sholat lima waktu yang dengan itu kebahagiaan akan kita raih. Oleh karena itu, mari bersegara menuju shalatSaudaraku, bersegera menuju shalat di masjid memiliki banyak keutamaan, di antaranya yaitu :

  1. Mendapatkan sholawat Malaikat (yakni, dimintakan ampun dan rahmat kepada Alloh) selagi kita menunggu shalat, disamping kita dianggap berada dalam keadaan shalat.

Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ

 

“Maka apabila ia telah memasuki masjid, ia berada dalam keadaan sholat selagi sholat itulah yang menahan dirinya. Sementara para malaikat bershalawat atas salah seorang di antara kalian selama dirinya berada di tempat shalatnya. Malaikat berdo’a: ‘Ya Alloh berilah rahmat kepadanya, ya Alloh berilah ampunan kepadanya, ya Allah terimalah taubatnya selagi ia tidak menyakiti (orang lain) di dalamnya, selagi ia belum berhadas”(HR. Muslim )

  1. Kita berpeluang mendapatkan shaf yang pertama yang memiliki keutamaan yang sangat agung dan pahala yang besar.

 

Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan apa yang terdapat pada adzan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara saling undi untuk memperebutkannya niscaya mereka pasti mengadakan undian, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang terdapat padanya niscaya mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya, dan seandainya mereka mengetahui kelebihan yang terdapat dalam shalat Isya’ dan Subuh niscaya mereka pasti mendatanginya sekalipun dengan cara merangkak”(HR. al-Bukhori dan Muslim).

 

  1. Kita Berpeluang Mendapatkan takbiratul Ihrom (bersama imam), dan itu adalah takbir yang pertama yang paling utama, sebagai kunci shalat.

 

Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat selama empat puluh hari karena Allah subhanahu wata’ala dan dia mendapatkan takbir yang pertama, maka akan ditulis baginya kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari nifaq”(HR. at Turmudzi).

 

Saudaraku,

Namun, janganlah difahami bahwa bersegera menuju shalat itu berarti kita harus berlari atau tergesa-gesa saat mendatanginya. Ini keliru. Yang benar adalah kita hadir ke masjid dengan tenang dan penuh wibawa, Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian telah mendengar iqomah dikumandangkan maka hendaklah kalian berjalan ke masjid, dan hendaklah berjalan dengan tenang dan penuh wibawa, janganlah tergesa-gesa. Maka rakaat yang kalian dapatkan mulailah padanya sementara rakaat yang terlewatkan sempurnakanlah”(HR.al-Bukhori dan Muslim)

 

Saudaraku,

Demikianlah tiga di antara keutamaan yang akan kita raih bi idznillah ta’ala dengan kita bersegera menuju Shalat di rumah Alloh (Masjid) yang ingin penulis sebutkan di sini.

 

Masih ada beberapa keutamaan lainnya yang akan kita dapatkan dengan kita bersegera menuju shalat di masjid setelah muadzin selesai mengumandangkan azan. Insya Allah akan kita sebutkan pada bagian kedua tulisan ini.

 

Saudaraku…

Mengakhiri tulisan ini, maka saya mengajak diri saya dan Anda wahai saudaraku kaum muslimin di mana pun Anda berada, marilah kita berlatih untuk membiasakan diri kita agar selalu bersegera  menuju shalat di masjid tatkala adzan telah berkumandang sehingga hal itu menjadi mudah bagi kita dan mendapatkan ketenangan, kebahagiaan dan keutamaan insyaa Allohu ta’ala.

Akhirnya, semoga Alloh memberikan taufiq kepada kita. Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para shahabatnya. Wallohu a’lam

 

Sumber :

Diringkas dari “Fadhlu at Tabkiir Ilaa ash Sholati,” karya : Dr. Amin bin Abdullah asy Syarqowiy. Dengan sedikit gubahan dan tambahan dari sumber lainnya.

 

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: