Seni Berdakwah Rasulullah SAW (Bagian 1)

Seni-Berdakwah-Rasulullah.jpg

Berdakwah adalah amalan yang sangat mulia, amalan yang satu ini memiliki kemuliaan tersendiri karena manfaatnya mencakup orang lain dan tidak hanya pada orang yang berdakwah saja. Dakwah merupakan syiar dan nyawa bagi suatu agama, tanpa dakwah maka syariat Allah SWT tidak akan tersampaikan kepada umat manusia, oleh karena itu dakwah adalah tugas utama para Rasul, sehingga orang yang berdakwah adalah meneruskan perjuangan para nabi dan rasul.

Allah berfirman:

وَلتَكُن مِّنكُم أُمَّة يَدعُونَ إِلَى ٱلخَيرِ وَيَأمُرُونَ بِٱلمَعرُوفِ وَيَنهَونَ عَنِ ٱلمُنكَرِ وَأُوْلَٰئِكَ هُمُ ٱلمُفلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran: 104).

Karena dakwah adalah interaksi dengan sesama, maka harus ada seni yang kita kuasai agar dakwah kita bisa diterima dengan baik. Sebaik-baik figur yang patut kita teladani dalam berdakwah adalah Rasulullah SAW yang kata istri tercintanya Aisyah ra “akhlaq beliau adalah Al-Qur’an!” maksudnya semua perintah ataupun sifat terpuji dalam Al-Qur’an beliau amalkan sehingga Al-Qur’an tampak dalam kehidupan beliau sehari-hari. Marilah kita kembali sejenak ke zaman Rasulullah SAW guna untuk mengambil pelajaran dari seni beliau dalam berdakwah.

1.Berdakwah dengan perbuatan sebelum perkataan.

Jauh sebelum Rasulullah SAW diutus menjadi rasul, beliau sudah terkenal ditengah-tengah masyarakat Mekah dengan akhlaqnya yang mulia, dan yang paling terkenal dari beliau adalah sifat jujur, sampai-sampai beliau digelar dengan ‘Al-Amin’ (yang dapat dipercaya). Setelah beliau diutus menjadi rasul dan mendapat perintah berdakwah, sebagian kecil langsung menerima dakwah tersebut tanpa ragu karena mereka melihat kecocokan antara perbuatan Rasulullah SAW dan dakwah yang beliau sampaikan dan mereka yakin Rasulullah SAW tak akan bohong atau mengada-ngada, sedang sebagian yang lain menolak tapi bukan karena tak tahu bahwa yang di bawa oleh Rasulullah SAW haq, tetapi kesombongan dan dan fanatiklah yang menghalangi mereka.

Dari sini kita bisa melihat bahwa sebelum Rasulullah SAW berdakwah, beliau sudah membuktikan bahwa beliau jujur dan bisa dipercaya, beliau sudah memberi teladan dahulu, sebelum berdakwah dengan perkataan beliau sudah menyampaikannya dengan perbuatan. Dan inilah yang harus kita lakukan jika ingin dakwah kita diterima oleh orang lain, biarlah mereka melihat bukti dari perbuatan kita sebelum mendengar nasehat kita, jangan sampai perbuatan nyata kita bertentangan dengan perkataan kita.

2.Memperhatikan keadaan sebelum berdakwah

Di awal-awal berdakwah Rasulullah SAW berdakwah dengan sembunyi-sembunyi dan itu berlangsung selama selama 3 tahun, karena saat itu kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala sedang mengakar kuat di Mekah dan kaum muslimin masih sangat minoritas. Beliau juga masih membiarkan ratusan berhala yang ada di sekeliling ka’bah dan tidak menghancurkannya, sampai pada tahun ke-8 hijriah dalam peristiwa Fathu Mekah ketika kaum muslimin sudah semakin menguat dan banyak jumlahnya, beliau memasuki kota Mekah bersama kaum muslimin dan menghancurkan semua berhala yang ada disekitar ka’bah.

Demikianlah cara Nabi berdakwah, beliau begitu memperhatikan keadaan sekitar, diawal berdakwah beliau berdakwah dengan sembunyi-sembunyi karena itu lebih tepat disaat itu. Dan selama beliau di Mekah beliau tidak menghancurkan berhala-berhala sekitar ka’bah karena saatnya kurang tepat, namun di peristiwa Fathu Makkah beliau hancurkan semua berhala karena saat itu sangat tepat, posisi kaum muslimin berada pada posisi yang kuat sedang kaum musyrikin penyembah berhala sedang lemah. Dan inilah yang harus diperhatikan oleh seorang dai, tidak terburu-buru dalam berdakwah tapi memperhatikan dulu keadaan kemudian menimbang bagaimana metode dakwah paling tepat untuk menghadapi masalah yang ada.

Namun harus diketahui bahwa pada asalnya kemungkaran harus segera diluruskan dan tidak ditunda-tunda kecuali jika ada mashlahat, jika tidak ada mashlahat maka ia harus segera diluruskan agar tidak bertambah parah.

Ini adalah dua diantara seni-seni Rasulullah SAW dalam berdakwah yang patut kita teladani, karena sebagai umat beliau sudah selayaknya kita berpanutan kepada beliau dalam berdakwah dan dalam segala aspek kehidupan. Dengan seni atau tatacara cara yang beliau pakai dalam berdakwah, beliau berhasil menyebarkan agama islam ditengah-tengah  kalangan manusia. Dan kini dakwah beliau sudah menyebar ke seluruh sudut dunia dan umat islam kini jumlahnya sudah mencapai miliaran, ini semua buah dari perjuangan beliau selama kurang lebih 23 tahun berdakwah kepada umat manusia membawa dakwah tauhid (pengesaan Allah SWT). Semoga kita mendapatkan kemuliaan dan kehormatan meneruskan perjuangan dakwah beliau.

Bersambung… …

Ditulis oleh Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: