Serial Soal Jawab Seputar Tauhid (1)

tanya-jawab_-seputar-tauhid.jpg

Soal 1 :

Apakah tauhid itu?

Jawab :

Tauhid adalah perkara yang diwajibkan Allah terhadap manusia (bahkan jin juga) yaitu agar mereka menyembahNya, mengesakanNya dalam sifat uluhiyah dan rububiyahNya, mereka tidak boleh menyekutukan sesuatu denganNya, berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembahku (Qs. Adz-Dzariyat : 56)

Soal 2 :

Apa Manfaat tauhid dan hasil yang akan diperoleh seseorang yang mengimplementasikannya (dalam kehidupan) ?

Jawab :

Bebasnya jiwa dari perbudakan peribadatan kepada selain Allah, pensuciannya dengan sebab ketaatannya kepada Allah. Juga akan menjadikan akhlaknya menjadi mulia, dan anggota badannya terjaga kesuciannya disebabkan karena berpegang teguhnya terhadap rambu-rambu yang telah ditentukan oleh Allah ta’ala, memadamkan percikan bara kecemburuan dan kemurkakan yang dilakukannya secara ikhlash karena Allah dan dilakukannya secara jujur bersamaNya. Dirinya juga akan terdorong untuk memerangi musuh-musuhNya (dalam cakupan maknya yang luas), Allah pun akan menolongnya sebagaimana Allah telah menetapkan hal tersebut atas diriNya sebagai ketetapan yang pasti, di mana hal tersebut sebagai bentuk pemuliaan dan karunia dariNya. Allah berfirman:

وَكَانَ حَقّاً عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan merupakan hak kami untuk menolong orang-orang yang beriman (Qs. Ar-Ruum : 47)

 

Soal 3 :

Apa makna ubudiyah ?

Jawab :

Ubudiyah memiliki dua cakupan makna, (1) Ubudiyah Kauniyah (2) ubudiyah Sya’r iyyah

 

Soal 4 :

Apa yang dimaksud dengan ubudiyah kauniyah ?

Jawab :

Ubudiyah kauniyah dilakuakn oleh seluruh makhluq baik yang beriman maupun yang tidak beriman, sampaipun Iblis yang terlaknat yang mengatkan:

رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Wahai tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku samapai hari (manusia) dibangkitkan (Qs. Al-Hijr : 36 dan Shad : 79)

Dan Allah ta’ala berfirman:

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّداً لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ

Dan Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri? (Qs. An-Nahl : 48)

 

 Soal 5 :

Apa yang dimaksud dengan ubudiyah syar’iyyah

Jawab :

Yang dimaksud ubudiyah syar’iyyah yaitu ubudiyah yang menjadi maksud dari diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab, dan iblis mengakui bahwa dirinya tak kuasa untuk mempengaruhi orang yang melakukan ubudiyah tersebut (secara ikhlash), dengan perkataannya:

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (Qs. Al-Hijr : 40 dan Shad : 83)

 

Soal 6 :

Siapakah hamba-hamba Allah yang ikhlas itu ?

Jawab :

Mareka adalah orang-orang yang melaksanakan seluruh syariat Islam baik dengan ucapan lisan, perbuatan anggota badan, dan juga mendakwahkannya. Mereka adalah orang-orang yang memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran, saling berwasiat untuk melakukan kebenaran dan kesabaran, dan mereka adalah orang-orang yang menjaga batasan-batasan Allah.

 

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Sumber :

الأجوبة المفيدة لمهمات العقيدة (al-Ajwibati al-Mufidati Li Mahammati al-Aqidati), 1/3, karya : Syaikh Abdurrahman ad-Dausariy, Maktabah asy-Syamilah. Dialih bahasakan oleh Amar Abdullah bin Syakir

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: