Serial Soal Jawab Seputar Tauhid (2)

tanya-jawab_-seputar-tauhid.jpg

Soal 7 :

Berapa Rukun Tauhid ?

Jawab :

Rukun Tauhid ada tiga: Islam, Iman, Ihsan

Soal 8 :

Apakah Islam itu ?

Jawab :

Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah dengan mengesakanNya, tunduk kepadaNya dengan memurnikan ketaatan dan membebaskan diri dari kesyirikan.

Soal 9 :

Apa yang dimaksud dengan “ Syirik “ ?

Jawab :

Syirik adalah seseorang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, apa pun bentuknya, baik berupa batu, pohon ataupun manusia baik yang masih hidup maupun yang telah dikuburkan, dimana hal-hal tersebut dipersembahkan kepadanya dengan berbagai bentuk ibadah, seperti pengagungan terhadapnya, berdoa kepadanya, berharap kepadanya, takut terhadapnya, berkurban untuknya, atau hal-hal lainnya. Demikian pula halnya dengan berhukum dengan selain hukum Allah, lebih condong kepada hukum-hukum tersebut, menerima apa yang dihalalkan oleh para pendeta atau rahib-rahib padahal apa yang dihalalkannya tersebut merupakan perkara yang diharamkan Allah. Demikian pula halnya dengan menerima apa yang dihalalkan oleh para pemimpin negara atau para “kyai”, padahal apa yang dihalalkan mereka itu adalah perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Hal ini seperti ditunjukkan dalam hadis ‘Adiy bin Hatim yang masyhur ketika ia mengatakan kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallamإنا لم نتخذهم أرباباً, sesungguhnya kami tidak menjadikan mereka sebagai tandingan-tandingan. Maka, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– mengatakan kepadanya:

أو ليس يحلوا لكم الحرام فتستحلوه ويحرموا عليكم الحلال فتحرموه وتطيعوهم بما يأمرون؟، قال: بلى، قال: فتلك عبادتهم

Bukankah mereka menghalalkan bagi kalian sesuatu yang sebenarnya adalah haram hukumnya, lalu kalian menghalalkannya. Bukankah mereka pula mengharamkan atas kalian sesuatu yang sebenarnya halal, lalu kalliapun mengharamkannya, kalian mentaati mereka atas sesuatu yang mereka perintahkan ? ‘Adiy menjawab, “ tentu “. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ فتلك عبادتهم “ maka yang demikian itu merupakan bentuk peribadatan (kalian) kepada mereka.

 

Soal 10 :

Apa makna, “ الله “ dan apa makna, “الرب”

Jawab :

“الرب” (Ar-Rabb), maknanya, “المربي “ (yang mendidik) dan المالك (yang menguasai). Dan nama tersebut disematkan kepada Allah karena Dialah yang merajai/yang menguasai, sang pemberi rizki, yang mengatur, yang mencipta, yang mengaruniakan, yang mendidik seluruh makhluqNya dengan pemberian nikmatNya kepada mereka baik nikmat yang zhahir maupun nikmat yang batin, yang memberikan penjagaan kepada mereka dengan penjagaan yang menyeluruh.

Adapun “ الله “ yaitu الإله yakni Dzat yang kepadanya hati beribadah dengan penuh kecintaan dan pengagungan. Oleh karenanya penyembahan kepada selain Allah merupaakan kesyirikan.

Soal 11 :

Apa yang menjadi konsekuensi hal tersebut ?

Jawab :

Konsekuensinya adalah Allah menjadi penguasa yang ditaati oleh seluruh makhluqNya. Tidak layak bagi Allah dengan keagungan sifatNya untuk meninggalkan makhluqNya begitu saja, maka keagungan sifatNya ini mengharuskannya menyandang sifat-sifat penguasa secara sempurna seperti memerintah, melarang, membuat syariat, membuat aturan main untuk makhluqNya dengan menentukan batasan-batasan dan aturan-aturan, mengutus para Rasul, menurunkan kitab-kitab, menegakkan hujjah atas makhluqNya. Bahkan Dia adalah raja diraja, memeberikan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendakiNya, memuliakan siapa yang dikehendakiNya dan menghinakan siapa yang dikehendakiNya pula. Hal-hal ini sebagaimana dinaskan di dalam al-Qur’an.

Sumber :

الأجوبة المفيدة لمهمات العقيدة (al-Ajwibati al-Mufidati Li Mahammati al-Aqidati), 1/6, karya : Syaikh Abdurrahman ad-Dausariy, Maktabah asy-Syamilah.

Dialih bahasakan oleh Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: