Serial Syirik Besar 3: Dosa Syirik Tidak Diampuni Allah

mendung.jpg

Pembaca Yang Budiman

Disamping bahwa syirik besar itu merupakan kezhaliman yang besar, bahkan ia merupakan kezhaliman terbesar, ia menghancurkan seluruh amal, dosa pelaku kesyirikan jenis ini jika meninggal dalam keadaan syirik, ia belum bertaubat kepada Allah ta’ala dari perbuatan dosanya tersebut maka tidak akan diampuni oleh Allah.

Perhatikan firman Allah ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa: 48).

Dalam ayat lain, Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Qs. an Nisa : 116).

Allah ta’ala menghabarkan bahwa Dia tidak mengampuni (dosa) siapa pun orangnya  yang menyekutukanNya dengan siapapun dari kalangan makhlukNya, dan Dia mengampuni dosa-dosa selain dosa syirik tersebut baik dosa kecil maupun besar. Yang mana hal itu tergantung kehendakNya untuk memberi ampun dosa tersebut bila hikmah mengharuskan untuk memberi ampunan terhadap dosa tersebut.

Dosa-dosa selain syirik Allah menjadikan beberapa sebab yang cukup banyak agar terampunkan, seperti misalnya, dijadikannya kebaikan-kebaikan sebagai sarana untuk menghapus dosa keburukan, musibah yang menimpa seorang hamba sebagai sarana penebus dosa di dunia, di alam barzah dan pada hari kiamat, seperti juga misalnya doa (permohonan ampun) yang dipanjatkan oleh seorang mukmin untuk saudaranya, pemberian syafa’at orang yang member syafa’at dan seterusnya.

Berbeda halnya dengan dosa karena melakukan kesyirikan, sesungguhnya pelakunya telah menutup pintu ampunan atas dirinya. Ia menutup rapat-rapat pintu rahmat. Maka, tidaklah memberikan kemanfaatan kepadanya ketaatan (amal sholeh) yang ia lakukan dan tak memberikan faedah sedikitpun musibah yang menimpanya, dan dihari kiamat kelak ia tak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, oleh karena itu, Allqh ta’ala berfirman, {وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا}, yakni, “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

Adakah kezholiman yang lebih besar daripada kezhaliman orang yang menyamakan makhluk -yang tercipta dari tanah, yang memiiki kekurangan dari banyak segi, yang faqir kepadaNya dari segala segi, ia tidak memiliki dirinya sendiri, tidak bisa memberikan manfaat tidak pula bisa memberikan madhorot- dengan sang pencipta segala sesuatu, yang maha sepurna dari segala segi, yang tidak membutuhkan makhlukNya, yang ditanganNya manfaat, madhorot, yang memberi dan yang mencegah untuk tidak memberi, Dzat yang tidak ada kenikmatan yang didapatkan makhluk kecuali dariNya, maka adakah sesuatu yang melebihi kezhaliman seperti ini? Oleh karenanya Dia menfonis pelaku perbuatan ini dengan keabadian siksa di neraka dan diharamkan dari pahala yang besar berupa dimasukkan ke dalam Surga. Sebagaimana akan dibahas pada edisi selanjutnya insyaa Allahu ta’ala.

Pembaca yang budiman…

Konsekwensi hukum ini, yaitu bahwa dosa pelaku perbuatan ini tidak diampuni Allah ta’ala adalah berlaku bagi orang yang tidak bertaubat darinya, karena sesungguhnya Allah ta’ala itu memberi ampun kepada pelaku dosa baik syirik ataupun dosa yang lainnya mana kala pelakunya bertaubat dengan sebenar-benarnya sepanjang hayat masih dikandung badan namun bukan pada detik-detik ajalnya. Allah ‘azza wajalla berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa  semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).  Yakni : bagi siapa yang bertaubat dan kembali kepadaNya. Wallahu a’lam 

Bersambung …. insya Allah.

Artikel     : www.hisbah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: