Shalat Antara Dua Adzan

shalat-khusyu.jpg

Soal :

Saya masuk Masjid seperempat jam sebelum dikumandangkannya adzan ashar. Ketika itu saya menunaikan shalat tahiyatul masjid kemudian membaca al-Qur’an. Setelah muadzin selesai dari adzannya, sebagian besar jama’ah yang ada di masjid berdiri untuk menunaikan shalat dua rakaat, namun bukan shalat tahiyatul masjid. Ada seorang mahasiswa yang duduk di samping saya, dia tidak ikut berdiri untuk menunaikan shalat, demikian juga dengan saya. Mohon dijelaskan hukumnya terkait masalah ini. Apakah ada perbedaan antara shalat ashar dengan shalat-shalat yang lainnya?

Jawab :

Disunnahkan bagi setiap muslim untuk menunaikan shalat di antara dua adzan. Baik shalat dua rekaat itu termasuk shalat rawatib maupun bukan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ

“Di antara dua adzan ada shalat, di antara dua adzan ada shalat.’ Kemudian beliau mengatakan yang ketiga kalinya, ‘Bagi yang mau’.” (HR. Bukhari, No. 627)

Makna hadits ini mencangkup semua jenis shalat. Adapun maksud dua adzan ialah adzan dan iqamah.
Hadits ini dan yang semakna dengannya menunjukkan disyariatkannya shalat dua rakaat di antara dua adzan. Jika shalat itu berupa shalat sunnah rawatib seperti shalat sunnah sebelum Subuh dan Dzuhur, maka hal itu sudah mencukupi. Kecuali adzan dan iqamah di depan khatib pada hari jum’at. Maka tidak disyariatkan bagi khatib ataupun jam’ah jum’at yang lain untuk menunaikan shalat dua rakaat di antara dua adzan itu. Karena Rasulullah tidak pernah melakukannya, demikian pula dengan para sahabatnya. Hikmahnya – hanya Allah Yang Maha Tahu – bahwa para makmum diperintahkan untuk tenang dan fokus mendengarkan khutbah.
Adapun orang yang masuk Masjid ketika imam sedang berkhutbah, maka hendaknya ia tidak duduk terlebih dahulu sampai ia menunaikan shalat dua rakaat tahiyatul masjid. Karena Nabi memerintahkan hal itu kepada orang yang masuk masjid ketika imam sedang berkhutbah. Demikian juga berdasarkan keumuman sabda nabi:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sampai dia shalat dua rekaat terlebih dahulu.”

Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya.

Sumber : Majmu’ Fatawa Ibni Baaz, 11/387-389)
Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: