Shalat Ketika Makanan Sudah Dihidangkan

Shalat-Ketika-Makanan-Sudah-Dihidangkan.jpg

Suatu hari salah seorang ponakan Aisyah radhiyallahu’anha berbicara dihadapan Aisyah dan ia banyak salah dalam berbicara, maka Sayyidah Aisyah menegurnya sampai ponakannya tersebut marah, kemudian ketika ia melihat makanan sudah dihidangkan ia pergi dengan alasan ingin menunaikan shalat, maka Aisyah menegurnya dan menjelaskan bahwa tiada sholat disaat makanan sudah dihidangkan.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abi Utaiq, ia berkata, “saya pernah berbincang-bincang dengan Al-Qasim dihadapan Aisyah, Al-Qasim adalah orang yang banyak salahnya ketika berbicara, maka Aisyah berkata, ‘kenapa kamu tidak berbicara seperti ponakanku yang ini? Padahal saya tahu kamu datang dari mana, ini dididik oleh ibunya dan kamu di didik oleh ibumu.’ Maka Al-Qasim marah dan merasa tersinggung, ketika ia melihat hidangan dari Aisyah datang ia berdiri, Aisyah bertanya, “mau kemana?” Al-Qasim menjawab, “saya mau sholat” Aisyah berkata, “duduklah!” ia menjawab, “saya mau sholat!” Aisyah menjawab, “duduklah! Susungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: tiada shalat dengan hadirnya hidangan makanan atau ketika ia sedang menahan kedua kotoran.” (HR. Muslim).

Diantara pelajaran yang dapat kita petik dari cerita ini adalah:

Pertama, Tingginya perhatian Aisyah radhiyallahu’anha terhadap tata bahasa dalam berbicara agar pembicaraan tidak banyak salahnya.

Kedua, Beliau menggunakan kata-kata keras (karena diperlukan-red), yaitu ketika beliau berkata kepada ponakannya yang bersikeras untuk meninggalkan majelis padahal makanan sudah dihidangkan, “duduklah!”. Sebab beliau menggunakan kata-kata itu -sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi- adalah karena ponakannya tersebut seharusnya menghormati Aisyah karena beliau ummul mukminin sekaligus bibinya dan lebih tua darinya, dan beliau saat itu sedang menasehati dan mendidiknya, sehingga seharusnya ia harus bersabar dan tidak marah kepadanya.

Ketiga, Aisyah radhiyallahu’anha menjelaskan kepadanya dengan menyebutkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa sikapnya yang ingin shalat ketika makanan sudah dihidangkan adalah salah.

Wallahu a’lam

Diterjemahkan dari kitab: ‘Mas’uliyyatunnisa’ fil amri bil ma’ruf wannahyi ‘anil munkar’ karya DR. Fadhl Ilahi dhahir Hal. 40-41.

Penulis: Arinal Haq
Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: