Suami yang Pemalas dan Tempramental

Suami-yang-Pemalas-dan-Tempramental.jpg

Suami yang Pemalas

Termasuk perangai buruk yang tidak jarang didapati pada seorang suami adalah suami yang hanya diam, apatis, dan rela terhadap kemiskinan dan taraf hidupnya yang rendah. Hatinya telah dirasuki perasaan puas terhadap pekerjaan yang hanya cukup untuk membasahi kerongkongannya dan kerongkongan anak istrinya agar mereka tidak mati kelaparan. Suami yang seperti ini hampir dipastikan akan membuat istrinya yang masih muda menjadi gila, terutama ketika sang istri berambisi untuk mendapatkan kekayaan, sedangkan di luar sana banyak peluang pekerjaan tambahan dan pintu rizki yang terbuka untuk suaminya. Ada pintu-pintu kemajuan bagi suaminya. Akan tetapi, sang suami takut untuk mencobanya dan malas. Ia lebih memilik dan puas terhadap pekerjaannya sekarang yang tidak menghasilkan uang. Ia tidak ubahnya seperti  seorang budak yang buruk. Kemanapun ia berjalan tidak akan mendatangkan kebaikan sama sekali.

Suami yang kami maksud di sini bukanlah orang miskin yang telah berusaha keras dan mengerahkan semua usahanya untuk mencari rizki, namun ia tetap miskin. Orang yang seperti ini adalah orang yang mulia. Akan tetapi yang kami maksud adalah orang miskin yang hanya diam terhadap kenyataan hidupnya. Seandainya ia mau bekerja kesar, bersungguh-sungguh, dan menepis semua bibit kemalasan untuk menyelamatkan keluarganya dari hantu kemiskinan, maka ini merupakan alasan yang terbaik.

Suami yang Tempramental

Tipe suami yang buruk lainnya adalah suami yang mudah marah, baik ada sebab maupun tidak ada sebabnya. Suami yang setiap hari matanya selalu marah bagaikan dua bara api. Ia memposisikan istrinya sebagai wanita yang tidak berdaya seperti lilin yang terbakar dan meleleh kerena kemarahannya. Ia selalu menjadi pelampiasan setiap sang suami mendapatkan kemarahan dari atasannya, atau karena perdagangannya sedang lesu, atau karena kondisinya kurang menguntungkan. Istri yang mengalami kondisi seperti ini tidak ubahnya bagaikan perawat binatang atau perawat orang gila.

Akhirnya, semoga Allah menjauhkan kita dan pasangan hidup kita dari kedua sifat buruk ini.  Aamin

Sumber: Dinukil dari, “Aswa-ul Azwaj”, Abdullah al-Ju’atsan. Edisi Bahasa Indonesia: Perilaku Buruk Yang Harus Dihindari Suami, hal.  41-43

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: