Suamimu adalah Surgamu

df.png

Mendambakan keluarga yang perkecukupan adalah dambaan setiap orang, namun kehidupan ini semuanya bukan atas kehendak dan keinginan kita. Disana ada ketentuan Allah Yang Maha Bijaksana.

Islam telah memposisikan wanita dengan sejuta kemuliaan. Wanita tidak dituntut untuk bekerja diluar, berjihad ke medan perang atau menjadi pekerja layaknya pria. Tapi Islam menetapkan wanita dirumah. Maka surgapun disediakan dalam rumah.

Namun terkadang keinginan tidak selalu sejalan dengan realita. Suami yang kerja memeras keringat, terkadang harus lembur. Tapi tidak mendapatkan rizki sesuai yang diinginkan.

Disini seorang wanita dituntut untuk qona’ah menerima apa yang ada. Berbaik sangka kepada Allah atas rizki yang diberi. Dan sabar terhadap suami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

ﺃُﺭِﻳﺖُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺃَﻫْﻠِﻬَﺎ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀُ ﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﻗِﻴﻞَ ﺃَﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺍﻟْﻌَﺸِﻴﺮَ ﻭَﻳَﻜْﻔُﺮْﻥَ ﺍﻟْﺈِﺣْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻮْ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ ﺇِﻟَﻰ ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻦَّ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ ﺛُﻢَّ ﺭَﺃَﺕْ ﻣِﻨْﻚَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣِﻨْﻚَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻗَﻂُّ

“Aku diperlihatkan neraka, tiba-tiba (aku lihat) kebanyakan penghuninya adalah perempuan yang kufur”. Beliau ditanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur kepada suami dan kebaikannya. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka selama setahun, kemudian melihat sesuat yang mengecewakan, dia akan berkata, ‘Saya tidak pernah melihat kebaikanmu sedikitpun’.” (HR. Bukhari)

Wanita ini tidak melakukan kesyirikan yang menyebabkan ia ke neraka, juga tidak berzina, tidak pula minum khomr. Tapi ia durhaka pada suaminya.

Seorang wanita datang kepada Rasulullah mengeluhkan tentang keluarganya. Lalu Rasulullah bersabda ; “Dimana posisimu terhadap suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu… Suami ditaati kerena ia memerintahkan kepada ketaatan. Bukan sebaliknya.

Memohonlah kepada Allah agar diberikan hati yang Qona’ah dan selalu ada dalam bimbingan-Nya.

Penulis : Endang Hermawan Abu Rufaydah


Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: