Surat Menyurat Antara Pemuda dan Pemudi

Surat-Menyurat-Antara-Pemuda-dan-Pemudi.jpg

Pertanyaan :

Asy-Syaikh ditanya : Bagaimanakah menurut hukum syari’at dalam masalah surat-menyurat antara pemuda dan pemudi ? perlu diketahui bahwasanya surat-menyurat tersebut bersih dari kefasikan serta luapan cinta dan saya selalu menulis pada awal surat firman Allah :

وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (Qs. Al-Hujurat : 13)

Jawaban :

Tidak boleh bagi setiap orang mengirim surat kepada perempuan asing, karena padanya terdapat fitnah. Terkadang disangka surat-menyurat itu tidak terdapat fitnah padanya, akan tetapi setan tidak akan tinggal diam sehingga ia memperdaya keduanya dengan surat-menyurat tersebut.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- telah memerintahkan orang yang mendengar Dajjal (telah datang) agar menjauhinya. Dan beliau telah mengabarkan bahwasanya bisa saja seseorang datang kepadanya (Dajjal) dalam keadaan beriman, akan tetapi karena Dajjal senantiasa memperdayainya sehingga ia pun terpedaya.

Terdapat fitnah dan bahaya yang besar pada surat-menyurat antara pemuda dan pemudi, wajib untuk menjauhinya walaupun sang penanya mengatakan bahwa padanya tidak terdapat luapan rasa rindu dan cinta.

Adapun surat dari laki-laki yang ditunjukkan untuk laki-laki dan perempuan maka tidak ada masalah padanya kecuali apabila di dalamnya terdapat perkara yang terlarang. (Fataawaa asy-Syaikh 2/898)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: