Taubat Dari Zina

berdoa.jpg

Pembaca yang budiman…

Dosa zina termasuk dosa yang dapat diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdasarkan keumuman dan zhohir firman Allah ta’ala, Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…”( Qs. An Nisa : 48 dan 116 )

Syekh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan, “(Dalam ayat ini) Allah mengabarkan kepada kita bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa lainnya selain syirik, baik itu dosa besar ataupun dosa kecil. Itupun, jika Allah menghendakinya” (Taisirul Karimirrohman fi Tafsir Kalami Al-Mannan, 1: 425-426).

Pembaca yang budiman…

Agar dosa zina tersebut diampuni oleh Allah, maka hendaklah pelakunya segera bertaubat dan berdoa memohon ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (QS. At Tahriim:8).

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“…dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur:31).

Pembaca yang budiman…

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang mau bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman,

…إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah:222).

Dan ketahuilah pula bahwa Allah Maha Penerima taubat, terlebih lagi jika pelaku dosa tersebut benar-benar dan sungguh-sungguh ingin bertaubat dari maksiat yang pernah ia lakukannya. Allah berfirman,

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat” (QS. An Nashr:3).

Oleh karena itu, mumpung masih ada kesempatakan, segeralah bertaubat dan janganlah berputus asa dari mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya, sebanyak apapun dosa yang dilakukan, Allah berfirman,

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar:53).

Pembaca yang budiman…

Ketahuilah, bahwa Allah pun sangat gembira dengan taubat hamba-Nya, bahkan kegembiraan Allah terhadap taubat hambaNya melebihi kegembiraan orang yang mendapatkan kembali barang-barangnya yang sebelumnya telah hilang lenyap darinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلله أَشَدُّ فَرَحاً بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih bergembira dengan taubat salah seorang dari kalian, daripada kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap barang-barangnya yang hilang ketika ia mendapatkannya kembali”(HR. Muslim 4:20102 no.2675).

Pembaca yang budiman…

Ketahuilah, bahwa orang yang benar-benar bertaubat kepada Allah dari dosa-dosanya yang pernah ia lakukan, maka ia akan bersih kembali bagaikan orang yang tidak pernah berdosa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ

Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, bagaikan orang yang tidak pernah berdosa”(HR. Ibnu Majah 2:1419 no.4250).

Pembaca yang budiman…

Namun, perlu diketahui pula bahwa agar taubat itu dinyatakan benar dan diterima Alloh ta’ala maka ;

1. Harus ikhlash kepada Allah, karena taubat adalah salah satu bentuk ibadah.

2. Harus merasa sedih dan menyesali perbuatan dosa (maksiat) yang pernah dilakukannya.

3. Harus benar-benar meninggalkan kemaksiatan (perbuatan dosa) tersebut dengan segera.

4. Harus bertekad penuh dari dalam hatinya untuk tidak akan mengulanginya kembali.

5. Dilakukan sebelum waktu taubat ditutup oleh Allah.

Pembaca yang budiman…

Setelah itu, agar bisa istiqamah (konsisten) dengan taubat, hendaknya :

1. Selalu ingat bahwa perbuatan zina adalah dosa besar yang menjijikkan dan sangat buruk akibatnya.

2. Hendaknya sebab-sebab yang sangat boleh jadi menyebabkan terjatuh kembali ke dalam perbuatan zina, seperi ; “pacaran” dan lain sebagainya dijauhkan.

3. Senantiasa memohon kepada Allah ta’ala agar dijauhkan dari keburukan jiwa,

4. Hendaklah senantiasa memohon perlindungan kepada Allah ta’ala dari godaan setan, karena setan akan senantiasa berusahan membelokkan jalan manusia dari jalan Allah ta’ala yang lurus dengan berbagai macam cara dan langkah-langkahnya.

5. Ingatlah selalu bahwa perbuatan zina berdampak buruk baik bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat.

Akhirnya, Semoga Allah ta’ala mengaruniakan kepada kita keistiqomahan dalam meniti jalan Allah yang lurus. Aamiin

( Abu Umair )


Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: