Tertipu di alam Jin

jin.jpg

Ada diantara manusia yang “mengaku” bisa melihat jin, bisa bekerjasama dengan jin, dan lain-lain yang berhubungan dengan alam ghaib.

Manusia yang justru bekerja sama dengan jin  memiliki penampilan seperti seorang ustadz(memakai gamis, lengkap dengan sorban atau bahkan dengan membawa tasbih). Apakah itu di benarkan dalam islam ? Apakah itu tipuan?

Setan dari golongan jin hanya akan menyesatkan manusia.

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”.[Q.S. Al Jin : 6].

Kecuali  Nabi Sulaiman ‘alaihis salam, Allah telah memerintahkan bangsa jin (setan) untuk tunduk di bawah kerajaan beliau. Allah halangi mereka, sehingga tidak bisa menyimpang atau melakukan kerusakan. Allah berfirman dalam surat ke 21 (Al Anbiya) 

وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ

dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu.[Q.S. Al Anbiya : 82].

Selain dari Nabi Sulaiman ‘alaihis salam maka tidak ada satu manusiapun yang memiliki kekuasaan atas jin. Bahkan Rasullullah shalallahu alaihi wassalam teringat akan doa nya Nabi Sulaiman ‘alaihis salam ini.

“Sesungguhnya setan merintangiku dan berbuat kasar kepadaku untuk merusak shalatku, namun aku diberi kekuatan oleh Allah untuk mengalahkannya hingga aku pun mencekiknya. Sungguh muncul dalam diriku keinginan untuk mengikatnya pada salah satu tiang dimasjid hingga pagi agar kamu dapat menyaksikannya. Namun tiba tiba aku teringat ucapan saudaraku, Sulaiman, “Ya Tuhanku ampunilah aku dan berikanlah aku kerajaan yang tak layak buat seorangpun sesudahku” (QS Shad:35). Maka Allah pun menolaknya dalam kehinaan “. (HR Al Bukhari dan Muslim. Lihat shahih Al Bukhori Juz 1 Halaman 209 dan shahih Muslim Juz 1 Halaman 242)

Dan dalam hadits lainnya :

“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berdiri melakukan shalat lalu kami dengar beliau mengatakan “Aku berlindung kepada Allah darimu”. Setelah itu beliau mengatakan: “Aku melaknat kamu dengan laknat Allah” sebanyak tiga kali seraya menjulurkan tangannya seakan-akan beliau menggapai sesuatu. Ketika beliau telah selesai shalat, kami bertanya: “Ya Rasulullah, tadi kami mendengar engkau mengucapkan kata – kata yang belum pernah kami dengar dari engkau mengucapkan itu sebelumnya dan kami pun melihat engkau mengulurkan tanganmu”. Rasullullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya musuh Allah, iblis datang membawa obor api hendak diletakkan diwajahku, lalu aku berkata: “Aku laknat engkau dengan laknat Allah yang sempurna”. maka iblispun mundur sebanyak tiga langkah. Aku bermaksud menangkapnya. Demi Allah sekiranya bukan karena doa saudaraku Sulaiman, niscaya pagi harinya ia benar – benar terikat dan dapat dijadikan mainan anak – anak Madinah”. (HR Muslim Juz 1 Halaman 244).

Perkataan imam syafi’I dalam hal ini

“Barang siapa yang mengaku melihat rupa jin (yang aslinya), maka kami batalkan persaksiannya, kecuali ia adalah seorang Nabi.”

Lihat : Tafsir al Manar (VII : 526) karya Muhammad Rasyid Ridha. Pernyataan Imam Syafi’i di atas telah diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya (IX : 141), dan oleh Baihaqi di dalam kitab Ahkamul Qur’an (II : 194-195), as Subki dalam Thabaqatusy Syafi’iyyah al Kubra (I : 258).

Kalau ada dalam mimpi manusia seolah-olah mereka bertemu dengan seorang kakek yang menggunakan sorban dan jubah lalu mengajarkan kepada manusia pengetahuan tentang ini dan itu seolah-olah itu berasal dari agama islam padahal itulah salah satu cara setan melakukan tipu dayanya.

Jadi jelaslah tipu daya setan (jin) telah nyata.

Kita berlindung Kepada Allah azza wa jalla dari godaan setan yang terkutuk.

Allahu A’lam.

Penulis : Abu Battar

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: