Wajibkah Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bagi Muslimah?

bunga-ungu.jpg

Amar ma’ruf nahi munkar adalah suatu kewajiban yang Allah wajibkan kepada umat Islam tanpa terkecuali baik lelaki maupun perempuan. Berdakwah dijalan Allah, mengajak kepada yang baik dan mencegah dari perbuatan mungkar tidak hanya terbatas pada para lelaki saja, kaum hawa juga memiliki kewajiban yang sama.

Allah ta’ala berfirman :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran: 104)

Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka hendaklah ia merubahnya dengan lisannya, jika tidak mempu hendaklah ia merubahnya dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Hadits dan ayat diatas serta nash-nash lainnya yang senada merupakan perintah yang bersifat umum bagi siapa saja yang mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, baik ia lelaki atau perempuan. Bahkan di ayat lain lebih jelas lagi bahwa perintah ini mencakup lelaki dan perempuan, Allah berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلاَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)

Ayat ini begitu jelas menunjukkan kewajiban ihtisab bagi lelaki atau perempuan sesuai ilmu dan kemampuannya, ayat ini juga menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu sifat orang-orang beriman dan bahwasanya amar ma’ruf nahi munkar merupakan sebab untuk mendapatkan rahmat Allah ‘azza wajalla.

Para ulama telah menjelaskan tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar bagi wanita muslimah.

Diantaranya Imam Ibnun Nuhhas Ad-Dimasyqiy beliau berkata:

إنَّ الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر واجبٌ على النساء كوجوبِه على الرِّجال، حيثُ وُجِدت الاستطاعة

Amar ma’ruf nahi mungkar adalah wajib bagi perempuan sebagiamana ia wajib bagi kaum lelaki selama ia mampu.” (Tanbihul Ghafilin, hal. 196)

Dakwah kepada perempuan akan lebih mudah jika disampaikan oleh para da’iyat sesama perempuan, karena mereka lebih mengerti tentang perihal yang menyangkut perempuan, selain itu dakwah para da’iyat kepada sesama kaum hawa juga lebih jauh dari fitnah dibanding jika seorang da’i lelaki yang berdakwah kepada perempuan, dengan demikian hal tersebut akan lebih mashlahat.

Jika kita membaca sejarah para shahabiyat terutama ummahatul mukminin dahulu, kita akan mendapatkan bahwa mereka sangat berantusias dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Diantara yang paling terkenal adalah Sayyidah Aisyah sebagaimana yang telah kami tulis dalam artikel kami yang berjudul: “Beberapa Kisah Amar Ma’ruf Nahi Munkar Ibunda Aisyah.” Sudah seyogyanya beliau semua menjadi tauladan bagi saudari-saudari kita di zaman sekarang dimana beliau-beliau merasa berat hati jika melihat batas-batas Allah dilanggar begitu saja, atau perintahnya dilalaikan tanpa ada keprihatinan dan sikap dari orang yang melihatnya. Amar ma’ruf nahi munkar tidak harus dengan menjadi ustadzah baru mulai, ia bisa dimulai dari orang-orang terdekat seperti anak, suami, orang tua dan sebaginya. Silahkan simak artikel kami yang berjudul: “Kisah Seorang Istri Menasehati Suaminya.” Semoga bermanfaat.


Penyusun : Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah.net
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: