ZINA (BAG 2)

Untitled-1-2.jpg

Pada tulisan bagian pertama kita telah menerangkan tema zina dari sisi pengharamannya, bahwasanya hal itu demi kebaikan umat manusia sendiri, yang mana bisa kita saksikan di media-media atau melalui data-data statistik tingkat kehancuran moral yang terjadi di suatu tempat yang mana zina dibebaskan disana.

Adapun pada bagian kedua ini, kami akan menyebutkan beberapa bentuk perzinahan yang ada ditengah masyarakat, yang mana melalui pengetahuan tersebut kita akan memaparkan cara-cara pencegahannya, sehingga kita dan generasi masa depan dapat terhindar darinya.

 

Pertama: Zina Suka Sama Suka

Inilah umumnya jenis zina, dan ini dilakukan oleh generasi muda kita! antar pemuda-pemudi non mahram. Dan benang merahnya tampak jelas, tidak lain tidak bukan yaitu budaya PACARAN! Kajian-kajian islami alhamdulillah semakin marak, dan sangat mentargetkan kawula muda dalam tema, tempat di pemilihan waktunya, ini sungguh patut disyukuri, karena selama ini pengajaran agama terkesan hanya untuk anak kecil sehingga tau makna syahadat dan para lansia yang ingin bertaubat.

Kembali ke masalah pacaran, ini tentang sebab akibat, pacaran sebagai sebab utama yang mengantar ke pintu perzinahan, namun walaupun ia adalah sebab, ia sangat menggiurkan karena langsung berhubungan dengan syahwat, siapa pula yang tidak memiliki syahwat bukan? Maka luluh lantaklah jiwa-jiwa muda yang kering akan keimanan itu, iman akan hari akhir tentang pertanggungjawaban dosa zinanya, dan terlebih lagi undang-undang yang tidak islami, maka mereka tidak sungkan untuk berzina karena yakin tidak akan dicambuk seratus kali seperti halnya jika hukum islam ditegakkan.

Kedua: Perselingkuhan

Tiada asap tanpa api, perselingkuhan terjadi belakangan setelah rentetan ketidakharmonisan yang terjadi didalam rumahtangga. Ada banyak faktor penyebabnya, salah satunya masalah ekonomi, banyak orang yang beranggapan bahwa ini faktor utama dalam setiap permasalahan rumah tangga, namun fakta dilapangan membuktikan bahwa hal itu tidak mesti, berapa banyak kita dapati kasus perselingkuhan terjadi dalam rumah tangga yang berkecukupan bahkan kaya raya, jika diperdalami maka didapati penyebabnya adalah rasa kasih sayang yang sudah tidak ada lagi, yang habis digerus oleh kesibukan tanpa henti dari kedua belah pihak pasangan sehingga komunikasi tidak lagi lancar, ataupun perangai salah satu dari keduanya yang buruk, seperti hanya meminta hak tanpa mau menunaikan kewajibannya terlebih dahulu.

Ketiga: Pemerkosaan

Diantara jenis-jenis zina, bisa dikatakan bahwa jenis yang satu ini adalah yang terkeji, karena menggabungkan banyak sekali keburukan, memaksa, melukai, bahkan membunuh korbannya.

Pelaku dan korbannya pun bisa sama saja, bahkan diantara sesama keluarga. Maka dari sini bisa kita simpulkan bahwa keinginan berzina itu merupakan suatu ajakan setan yang mengisi kepala terus menerus sampai ke titik iman sudah tidak sanggup lagi menahannya, buta lah segalanya.

 

Antisipasi

‘’Dari mata turun ke hati”, begitu bunyi ungkapan yang sering kita dengar, dan itu sangat tepat, secara singkat menyampaikan pesan ilahi yang terdapat didalam firman-Nya:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

 

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.” (QS An Nur 30-31)

 

Tundukkan pandangan! Bagi wanita sempurnakan penutup aurat, jangan berbicara dengan suara merdu yang membangkitkan hasrat, dan bagi lelaki tundukkan pula pandanganmuu, jangan dekat dengan wanita yang bukan mahrammu, tutup jalan menuju ke arah itu, jangan biarkan setan memainkan hati engkau dan saudari muslimahmu dengan kata cinta dan pembuktian, Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra 32)

Para Ulama Tafsir mengatakan bahwa tindak zina itu bukan terjadi begitu saja, akan tetapi ia dimulai oleh pembukaan-pembukaan, dari mata yang tak dijaga, lisannya yang mengeluarkan suara menggoda, telinga yang mencari tau kabar haram, pertemuan tanpa mahram, berdua-duaan ditempat sepi, bahkan dijaman sekarang berkhalwat bisa terjadi melalui sarana komunikasi, chatting dengan non mahram dan seterusnya. Apapun itu, semua yang dapat mengarahkan dirimu ke jurang kehancuran itu maka jauhi sejauh-jauhnya, dan setiap orang berbeda-beda titik kelemahannya, maka kenali dirimu, tempel celah lemahmu dengan ketakwaan.

Terkhusus bagi pasangan suami istri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari 14 abad lalu ternyata sudah menyampaikan perihal fenomena perselingkuhan dalam sabda beliau:

عن ابن مسعودٍ – رضِي الله عنْه – قال: سألتُ رسولَ الله – صلَّى الله عليه وسلَّم -: أيُّ الذنب أعظم؟ قال: «أن تَجعل له ندًّا وهو خلقك»، قلتُ: ثمَّ أي؟ قال: «أن تقتُل ولدك خشية أن يطعم معك»، قلت: ثمَّ أي؟ قال: «أن تزْنِيَ بِحليلة جارك».

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: dosa apakah yang paling besar?, beliau menjawab: “Engkau mengangkat tandingan bagi-Nya sedangkan Dia-lah yang menciptakanmu”, kemudian apalagi? “Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu (takut fakir), kemudia apalagi? “Engkau berzina dengan istri tetanggamu!”. (HR. Bukhari-Muslim)

 

“Rumput tetangga lebih hijau”, itulah godaan syetan bagi pasangan suami istri, maka tingkatkanlah takwa dalam rumah tanggamu, bentengi keluarga dari hal-hal keji yang merusak dunia terlebih akhirat.

 

Dan bagi para orang tua yang memilik anak gadis, jadikan berita-berita orang lain sebagai pelajaran, berapa banyak kasus pemerkosaan tidaklah ia terjadi kecuali karena ada kesempatan; anak gadis yang pulang malam, sendirian ketika bepergian, tidak menjaga pergaulan, dan lain sebagainya. Maka sebelum semuanya terlambat, kencangkan ikatan takwa atas keluarga, mungkin mereka akan protes berteriak serasa dikekang, akan tetapi jika sekali lepas, semua akan jatuh terburai tanpa dapat dikontrol kembali.

 

Bersambung….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: