20.000 Kata

Banyak sedikitnya berbicara termasuk masalah yang membedakan laki-laki dan perempuan. Perempuan memiliki tabiat lebih banyak berbicara, adapun laki-laki lebih sedikit. Begitulah pada umumnya, kadang terbalik dalam beberapa kondisi.

Supaya rumah tangga berjalan dengan baik, hendaknya suami berkenan mendengarkan istrinya dengan baik, meski kadang bertele-tele dalam beberapa masalah. Begitu pula dengan istri, ia harus bersabar saat suami tidak mengajaknya berbicara atau enggan mendengarkan ceritanya. Bisa jadi tenaganya telah terkuras di luar rumah. Di sisi lain, istri harus memperbanyak dzikrullah, supaya kadar bicaranya bernilai pahala.

Hasil Riset psikologi modern terhadap laki-laki dan perempuan, dan terbukti secara nyata ; di antaranya telah dimuat di koran Bild, Jerman bahwa rata-rata dalam sehari perempuan mengucapkan 20.000 kata, sedangkan laki-laki 7.000 kata.

Adapun yang ditulis oleh seorang dokter perempuan dari Amerika Louann Brisendine dalam bukunya The Female Brain (Daya Pikir Perempuan), dia membuktikan bahwa yang menyebabkan perempuan banyak bicara adalah ia mampu mengingat kejadian secara rinci. Begitu pula perempuan memiliki syaraf otak 11 % melebihi laki-laki. Di sisi lain otak perempuan memiliki ruang yang bertugas mengendalikan perasaan dan ingatan. Karena itulah suami harus memaklumi dan mencoba memahami hal itu. (www.almoslim.net)

Sebagian riset modern mengisyaratkan bahwa penelitian di atas terdapat kesalahan, namun kami tulis disini hanya sebagai wawasan. Ada kalanya penelitian di atas ada benarnya. Tujuannya supaya sifat semacam ini dapat dipahami dan disikapi secara positif.

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 147-148)

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *