7 Poin Nasehat Rasulullah Kepada Abdullah bin Abbas

perahu-kuning.jpg

عن ابن عباس قال : كنت خلفت رسول الله صلى الله عليه و سلم يوما فقال يا غلام إني أعلمك كلمات احفظ الله يحفظك احفظ الله تجده تجاهك إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعواعلى أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف

 قال هذا حديث حسن صحيح  قال الشيخ الألباني : صحيح

“Dari ibnu Abbas, ia mengatakan, “ aku pernah membonceng rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari. Maka beliau mengatakan, “ wahai anak, sungguh aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kata, “ jagalah Allah, niscaya Allah menjegamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah kepada Allah. Ketahuilah seandainya suatu ummat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk member suatu kemudhorotan kepadamu, maka mereka tidak dapat member kemudhorotan kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. At Tirmidzi, dan ia berkata, “ Hadits ini hasan shohih “

Penjelasan :

Dalam hadits ini, ada 7 poin nasehat yang rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan kepada Abdullah bin Abbas, yaitu :

Pertama :

احفظ الله يحفظك

(“ jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu )

Kedua :  

احفظ الله تجده تجاهك

(Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.

Ketiga :

إذا سألت فاسأل الله

(Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah )

Keempat :

وإذا استعنت فاستعن بالله

(Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah kepada Allah)

Kelima :

 واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك (

Ketahuilah seandainya suatu ummat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu

Keenam :

ولو اجتمعواعلى أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك>

Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk memberi suatu kemudhorotan kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi kemudhorotan kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.

Ketujuh :

رفعت الأقلام وجفت الصحف

 (Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering )

Itulah 7 poin nasehat beliau kepada Abdullah bin Abbas yang berarti pula hal ini menjadi nasehat bagi kita sebagai ummat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Nasehat beliau yang pertama adalah

احفظ الله يحفظك

(“ jagalah Allah, niscaya Allah menjegamu ). Jagalah Allah, maksudnya yaitu : jagalah batasan-batasan serta syariat Allah. Bagaimana caranya ? di antara caranya adalah :

  1. Dengan melaksanakan perintah-perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya.
  2. Dengan mempelajari agamanya, sehingga seseorang bisa beribadah dan bermuamalah (berinteraksi dengan orang lain ) dan mendakwahkannya di jalan Allah.

Apa yang akan didapatkan bila seorang hamba melakukan hal tersebut ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “

يحفظك

(  niscaya Allah menjagamu ), ini merupakan keuntungan besar. Bagaimana tidak ?! si hamba tersebut mendapatkan penjagaan dari Allah ta’ala. Jika Allah menjaganya, maka sang hamba akan selamat dari berbagai bentuk perkara yang akan menjadikannya celaka. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita sehingga kita bisa menjaga batasan-batasan Allah serta syariatNya.

 Nasehat beliau yang kedua adalah    

احفظ الله

تجده تجاهك

(Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Inilah keuntungan lain, bila seorang hamba menjaga batasan-batasan Allah dan syariatNya, yaitu bahwa “ ia akan mendapati Allah dihadapannya “. Apa maksudnya ? maksudnya yaitu Allah akan selalu membimbing dan menunjukinya kepada setiap kebaikan dan memudahkannya melakukan kebaikan tersebut serta menghindarkannya dari segala keburukan. Demi Allah, ini merupakan keuntungan yang besar. Bagaimana tidak ?! bukankah dibimbingnya seseorang serta ditunjukkannya seseorang kepada setiap kebaikan akan menjadikan pelecut baginya untuk meraih kebaikan yang ditunjukkan kepadanya tersebut. Jiwanya akan terdorong untuk meraihnya. Apalagi, disamping itu ia dimudahkan oleh Allah ta’ala untuk meraihnya. Betapa banyak di antara kita yang mengetahui kebaikan, namun seringkali terasa amat sulit untuk meraihnya. Maka, adanya kemudahan yang Allah berikan kepada seorang hamba untuk meraih kebaikan, maka sungguh ini adalah nikmat yang besar.  Begitu juga halnya, bila seorang hamba dihindarkan dari segala bentuk keburukan. Misalkan, seorang hamba yang melaksanakan syariatNya berupa melakukan ibadah secara ikhlash dan dengan mengikuti petunjuk nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia terhindar dari jatuh ke dalam lubang kesyirikan dan kebid’ahan. Terhindarnya seseorang dari jatuh kelubang kesyirikan merupakan keuntungan besar, karena berarti ia terselamatkan dari dosa yang tidak akan terampuni, terselamatkan dari kesia-siaan amalnya, terselamatkan dari masuk ke dalam Neraka. Begitu pula, terhindarnya seseorang dari kebid’ahan, merupakan keuntungan besar karena berarti amalnya tak akan tertolak.

Nasehat beliau yang ketiga, yaitu “

إذا سألت فاسأل الله

(Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah ).

Beliau menasehatkan kepada Abdullah bin Mas’ud agar ia tidak meminta kecuali kepada Allah, sedikitpun jangan meminta kepada makhluq. Beliau mengajarkan kepadanya rasa kebergantungan yang sangat besar seorang hamba kepada Allah ta’ala, bersandar hanya kepada Allah ta’ala.

Nasehat beliau yang keempat, yaitu :

وإذا استعنت فاستعن بالله

(Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah kepada Allah)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada Abdullah bin Abbas agar ia meminta pertolongan hanya kepada Allah ta’ala, karena hanya ditangan Allahlah kerajaan di langit dan di bumi. Allah akan memberikan pertolongan kepada hambaNya bila Dia berkehendak. Dan jika dirimu tulus meminta dan menggantungkan segala harapan (bertawakkal) kepadaNya, niscaya Dia akan menolong hamba tersebut.

 Nasehat beliau yang kelima, yaitu

 واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك

(Ketahuilah seandainya suatu ummat berkumpul untuk member suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu.

Beliau mengajarkan kepada Abdullah bin Abbas sebuah keyakinan bahwa tak akan ada  makhluk pun yang mampu mendatangkan kebaikan baik sedikit maupun banyak melainkan dengan izin Allah ta’ala.

Nasehat beliau yang ketujuh yaitu  :

ولو اجتمعواعلى أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك

Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk member suatu kemudhorotan kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi kemudhorotan kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.

Beliau mengajarkan suatu prinsip bahwa jika seseorang mendapatkan keburukan dari seseorang, itu semua telah Allah tulis/menetapkannya atas diri orang tersebut. Dan, sikap yang benar adalah hendaknya seseorang ridha terhadap qodha dan qodar Allah. Namun, bukan merupakan kesalahan bila seseorang berusaha menolak keburukan tersebut.

Nasehat beliau yang ketujuh, yaitu  :

رفعت الأقلام وجفت الصحف

 (Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering )

Beliau memberikan pengertian kepada Abdullah bin Abbas bahwa, apa yang Allah tetapkan telah selesai, pena-pena telah diangkat, lembaran-lembaran telah kering dan tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat(janji-janji) Allah.

Dari 7 poin nasehat yang beliau sampaikan kepada Abdullah bin Abbas ini, dapat kita ambil beberapa pelajaran, di antaranya :

  1. Kelembutan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  kepada orang yang umurnya jauh lebih muda dari beliau.
  2. Anjuran agar sebelum menyampaikan perkara penting mengawalinya dengan manarik perhatian lawan bicara.
  3. Siapa yang menjaga Allah, maka Allah akan menjaganya.
  4. Siapa yang menjaga Allah, Allah akan menunjukinya kepada perkara-perkara baik dan memberikan kemudahan kepadanya untuk meraihnya.
  5. Wajibnya memohon bantuan kepada Allah ta’ala.
  6. Bahwa seluruh makhluq tidak akan bisa memberikan suatu manfaat ataupun mudhorot kecuali jika hal tersebut telah ditetapkan oleh Allah ta’ala.
  7. Wajibnya seseorang menggantungkan harapannya kepada Allah
  8. Segala sesuatu telah selesai ditulis dan ditetapkan oleh Allah

Allah a’lam ( Abu Umiar )

 

3,366 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: