Adab duduk di majelis ilmu

adab-duduk.jpg

Segala Puji kepada Allah Azza wa Jalla dan shalawat tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam  berserta para sahabatnya, dan  juga para pengikutnya yang dengan kuat memegang teguh Sunnah Beliau hingga nyawa terlepas dari jasad. Semoga kita sebagai pengikutnya yang gemar akan menuntut ilmu untuk mengetahui tuntunannya dalam seluruh aspek kehidupan baik itu mengenai ilmu antara hubungan manusia dengan manusia dan juga hubungan manusia dengan RobbNya, bisa duduk secara istiqomah dalam majelis-majelis ilmu yang disampaikan oleh para Ustadz yang bersandar kepada Al Quran dan Sunnah yang memiliki pemahaman salafussholeh.

Untuk terus rajin menuntut ilmu dalam majelis ilmu syar’i diperlukan bekal ilmu, sebelum mengamalkannya. Agar langkah kita didalam menuju majelis ilmu mendapatkan kebaikan dan pahala dari Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al Furqan:23].

Dan dalam surat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا(103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا(104)

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi: 103-104)

 

Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata,

مَنْ فَارَقَ الدَّلِيْلَ ضَلَّ السَّبِيْل وَلاَ دَلِيْلَ إِلاَّ بِمَا جَاءَ بِهِ الرَّسُوْلُ

“Siapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia akan tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rosullullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam

Rasullullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya yang sedang menuntut ilmu padanya.Tentang bagaimana harus bersikap jika duduk didalam majelis. Diantaranya ialah :

 

  • Memberikan tempat duduk yang nyaman kepada sesama jamaah, jangan berhimpit-himpitan sehingga akan mengganggu proses mencatat isi materi dakwah yang disampaikan.
  • Bertanya sesuai dengan materi dengan tidak bermaksud mempersulit atau mengetes keilmuan dari Ustadz penyaji.
  • Tidak melakukan kegiatan yang mengganggu seperti,ngobrol, bercanda, apabila membawa anak yang sedang menangis maka bersegera membawanya keluar dari area majelis
  • Tidak berkhalwat (berdua-duan laki-laki dan perempuan) maupun ikhtilat (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan)

 

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Dia berikan pemahaman tentang urusan agamanya.” (HR. Bukhari-Muslim)

 

Wallahu a’lam

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam  beserta keluarga dan para sahabatnya.

Penulis Abu Battar

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

927 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: