‘Ain itu Benar Terjadi

kota-2.jpg

‘Ain telah dikenal bagi kaum muslimin, bahkan menjadi salah satu sebab terjadinya berbagai masalah di muka bumi. Telah diketahui pula bahwa ‘Ain terkadang menjadi sebab pertikaian antara orang tua, anak, keluarga, dan teman. Terkadang menyebabkan cerai berainya hubungan rumah tangga, bersikap buruk, tertimpa penyakit, bahkan terjadi perceraian dan keluarga berantakan.

Allah azza wajalla berfirman,

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar al-Qur’an dan mereka berkata, “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang gila.” (Qs. Al-Qalam : 51)

Menggelincirkan kamumaksudnya menimpakan ‘ain kepadamu disebabkan kebencian dan kedengkian mereka terhadapmu.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

أَكْثَرُ مَنْ يَمُوتُ مِنْ أُمَّتِي بَعْدَ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَقَضَائِهِ وَقَدَرِهِ بِالأَنْفُسِ يَعْنِي الْعَيْنَ

Kebanyakan yang meninggal dari ummatku setelah ketentuan, qadha dan qadar Allah adalah karena ‘Ain. (Hadis hasan, As-Silsilah ash-Shahihah)

Sebagaimana banyaknya kematian pada umat disebabkan ‘Ain, begitu pula berbagai masalah terjadi disebabkan ‘Ain, terutama masalah rumah tangga.

Untuk berlindung dari kejahatan ‘Ain, dianjurkan untuk melindungi diri dan anak-anak dengan dzikir, serta mendoakan keberkahan saat ta’jub dengan sesuatu.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari diri, harta, atau saudaranya, hendaknya ia memohon berkah, karena ‘Ain itu benar terjadi.” (Shahih al-jami’)

Jika ia atau salah seorang anggota keluarganya ditimpa ‘Ain, hendaknya ia mulai mengobati baik dengan ruqyah, mandi, atau berbekam. Jika si pemberi ‘ain diketahui, termasuk faktor kesembuhan adalah mengambil suatu sisa darinya, lalu berwudhu dan mandi dengan sisa air orang itu, niscaya Allah memberikan kesembuhan melaluinya. Aisyah –semoga Allah meridhainya- menceritakan bahwa Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- memerintahkannya agar meminta rukyah dari gangguan ‘Ain (Shahih Muslim)

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 274)

 

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

 

 

75 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: