Akibat Melakukan Maksiat (6)

Akibat-Berbuat-Maksiat-2.jpg

Pernahkah kita merenung sejenak, kenapa maksiat terasa nikmat?? Sebagian jiwa yang sudah terjangkit penyakit ‘cinta maksiat’ dalam hatinya bukan hanya merasakan nikmat, tetapi ketagihan!! Kenapa?? Mungkin banyak sebab yang menjadikannya demikian, dua sebab yang paling tampak adalah:

Sebab pertama karena hawa nafsu manusia cenderung untuk berbuat maksiat, Allah berfirman:

إِنَّ ٱلنَّفسَ لَأَمَّارَةُ بِٱلسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي

Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53).

Sebab kedua karena Iblis dan bala tentaranya tak akan pernah menyerah untuk menyesatkan kita sebagai anak adam, mereka menghias maksiat seindah mungkin agar manusia tertarik untuk melakukannya. Allah berfirman:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغوِيَنَّهُم أَجمَعِينَ

Iblis berkata: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya’.” (QS. Shad: 82).

Ya, maksiat memang terasa nikmat, tapi nikmatnya hanya sementara, dan setelah itu hanyalah akan menyisakan penyesalan. Oleh karena itu seorang salaf berkata:

“jika kita merasa lelah berbuat kebaikan, maka sesungguhnya kelelahan tersebut akan hilang dan kebaikan akan kekal, namun jika kita bersenang-senang dengan dosa, kesenangan itu akan hilang, sedang dosa tesebut akan kekal.”

Perlu kita menguak kerugian apa saja yang bisa didapatkan dibalik nikmatnya suatu maksiat agar kita menjadi semakin hati-hati hal-hal yang Allah larang, karena sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim; kenikmatan yang didapatkan oleh seseorang ketika berbuat maksiat tidak seberapa dibanding kenikmatan yang dicegah darinya seandainya ia tidak bermaksiat.

Dalam artikel-artikel sebelumnya; Akibat Melakukan Maksiat 1-5, sudah kami sebutkan macam-macam dampak buruk perbuatan maksiat yang kami petik dari kitab ‘Al-Jawabul Kafi’ karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Berikut dampak-dampak perbuatan maksiat berikutnya:

Maksiat melemahkan hati

Maksiat akan melemahkan hati seorang hamba untuk mendekat kepada Allah SWT dan meraih keberuntungan di akhirat. Maksiat akan menjadi batu sandungan yang melemahkan, menghalangi bahkan melumpuhkan hati dalam perjalanannya meraih ridho Allah SWT. Maksiat tidak akan membiarkan hati mendekat kepada Allah begitu saja tanpa menghalanginya, bahkan jika perbuatan maksiat dilakukan terus menerus bukan hanya menghalangi atau melumpuhkan, ia bisa membuat hati berbalik menjauh dan menjauh dari kebenaran dan ridho Allah SWT. Hati hanya akan bisa mendekat kepada Allah SWT jika ia kuat, namun jika ia sakit karena disebabkan oleh perbuatan maksiat, ia akan menjadi lemah, bahkan bisa mati. Dan ketika hati seseorang sudah mati, ia akan buta terhadap kebenaran, hatinya susah untuk tesentuh walaupun dengan nasehat apapun!!!

Maksiat akan mengikis nikmat

Disadari atau tidak, maksiat akan mengikis nikmat dan menggantikannya dengan kesengsaraan. Suatu nikmat tidak akan hilang dari seorang hamba kecuali karena perbuatan dosa, kesengsaraan juga tidak akan menimpa seorang hamba kecuali karena perbuatan dosa. Sayyidina Ali ra berkata, “cobaan tidak akan turun kecuali karena perbuatan dosa, dan ia tidak akan diangkat kecuali dengan bertaubat.”

Allah berfirman:

وَمَا أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَة فَبِمَا كَسَبَت أَيدِيكُم

Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka karena disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30).

Seorang penyair arab berkata:

إِذَا كُنْتَ فِي نِعْمَةٍ فَارْعَهَا … فَإِنَّ الذُّنُوبَ تُزِيلُ النِّعَمْ

وداوم عليها بشكر الإله … فإن الإله سريع النقم

Jika engkau berada dalam suatu nikmat maka jagalah ia,

Karena sesungguhnya dosa itu menghilangkan nikmat,

Jagalah ia dengan selalu bersyukur kepada tuhan,

Karena tuhan adzabnya cepat.

Inilah 2 dari banyak akibat buruk prbuatan maksiat, semoga ini menjadi pengingat bagi kita untuk menjauhi maksiat dan melawan ajakan iblis dan hawa nafsu untuk mendekati maksiat, karena Islam adalah agama rahmat yang anti maksiat.

 

Penyusun: Arinal Haq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: