Amar Makruf Nahi Munkar adalah ciri khas Umat Islam

downloads.jpg

قال تعالى:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚأُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

Allah berfirman:

(( Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.))

 

Didalam ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan beberapa sifat dari kaum mukmin yang bertolak belakang dengan sifat kaum munafik: yaitu mukmin menyeru kepada yang makruf dan melarang dari yang munkar sedangkan munafik melarang dari yang makruf dan malah menyeru kepada kemungkaran, mukmin menegakan shalat sedangkan munafik melalaikannya, mukmin membayar zakat, dan tidak lah kaum munafik kecuali orang-orang yang kikir hingga zakatpun tak ridho mereka keluarkan.

Allah Ta’ala menjadikan sifat-sifat diatas sebagai barometer dalam kehidupan bermasyarakat, Allah jadikan sifat-sifat tersebut dan lawannya sebagai pembeda antara kaum mukminin dengan kaum munafikin. Yang demikian itu karena Amar Makruf Nahi Munkar jika ditegakkan maka ia adalah simpul kuat yang mengikat buhul Agama, yang menjaga kehormatan kaum muslimin, menegakan hukum-hukum agama, dengan tegaknya ia kuat pula para pembela iman dan kebenaran, melemahkan kekuatan pembela kebathilan.

Berkata Sufyan Ats Tsauri:

“Jika engkau menyeru kepada yang makruf maka kau telah menguatkan saudaramu, dan jika kau melarang dari kemungkaran maka kau sungguh telah mempecundangi kaum munafik”

 

Maka dengan petunjuk ilahi diatas, marilah kita bersama-sama memegang erat simpul tersebut, bersama-sama menciptakan lingkungan yang membuat kaum muslimin didalamnya percaya diri dengan identitas keislamannya dan menjadikan para pengekor hawa nafsu malu dan berfikir dua kali untuk melakukan kemaksiatan.

Penulis: Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

Rujukan:

كتاب وقفات مع آيات الخسبة في القرآن الكريم ص ١٥١ بالاختصار

تأليف: أبي عبد الرحمن صادق بن محمد الهادي

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

691 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: