Apa yang Bisa Kamu Dapatkan Bila Berdakwah ke Jalan Allah ? (bag.2)

1.jpg

Saudariku…

Pada bagian pertama tulisan ini, telah engkau ketahui beberapa hal yang bisa kamu dapatkan bila berdakwah ke jalan Allah, yaitu :

1. Pahala menunjukkan kepada kebaikan

2. Pahala berdakwah menuju hidayah

3. Pahala mengajarkan manusia tentang kebaikan.

4. Pahala Amar Ma’ruf Nahi Munkar, yang tercermin dari kata-kata dan perbuatan seorang wanita penyeru kepada jalan Allah. Ditambah lagi kebahagiaan yang bisa kamu rasakan, yakni, menyemai kebaikan.

5. Pahala dari kata-kata yang baik.

Nah, pada bagian kedua tulisan ini akan aku sebutkan pula kepadamu hal lainnya yang bisa kamu dapatkan bila berdakwh ke jalan Allah, yaitu :

6. Pahala memberikan petunjuk kepada manusia

Diceritakan dari Sahal bin Sa’id semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

فَوَاللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Demi Allah, jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang dengan perantara kamu, maka hal itu lebih baik dari unta merah (HR. al-Bukhari)

7. Perhatikanlah bahwa semakin berantai manfaat sebuah ibadah, maka pahalanya semakin besar. Lalu bagaimana menurutmu dengan berdakwah ke jalan Allah ?

8. Allah akan memberikan kepadamu pengetahuan yang belum kamu ketahui.

Hal itu disebabkan kerena proses dakwah meniscayakan kamu untuk mengetahui lebih banyak lagi ilmu pengetahuan tentang syariat dan telah buku-buku, disamping mendengarkan kaset-kaset ilmiah pendukung. Begitu juga menuntut dirimu untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang. Mungkin saja muncul pertanyaan dari mereka kepada kamu, permintaan penjelasan, yang mengharuskan kamu untuk mencari jawabannya. Dengan begitu, maka ilmu pengetahuan mu akan semakin bertambah dan meningkat. Ini adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada siapa saja yang Dia suka.

9. Sebagai bentuk pengamalan dari pengetahuan syar’i yang kamu miliki, serta menjaga agar pengetahuan tersebut tidak luntur. Karena mengamalkan ilmu juga berarti menjaganya agar tetap ada. Dengan izin Allah.

10. Kamu senantiasa membutuhkan kelapangan dada dan kedamaian jiwa. Kegiatan dakwahmu akan mewujudkan perasaan tersebut, karena kamu banyak tahu dan menolong. Jiwa akan damai dan dada akan lapang, di saat seseorang merasa bahwa dirinya berguna bagi umat islam lainnya dan bisa melakukan sesuatu.

  • 11. Mendapatkan berkah dari doa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang bersabda,

نَضَّرَ اللهُ امْرَءًا سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا

Semoga Allah menggembirakan orang yang mendengarkan perkataanku, lalu ia memahaminya, menjaganya(menghafalnya), dan menyebarkannya…(HR. at-Tirmidzi)

  • 12. Pahala melaksanakan perintah Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– saat beliau bersabda,

بَلِّغُوْا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Sampaikan dariku meski hanya satu ayat… (HR. al-Bukhari)

Rasulullah memerintahkan agar menyampaikan (ajaran) dari beliau, meski hanya satu ayat. Beliau juga mendoakan orang yang menyampaikan sesuatu dari beliau, walau hanya satu hadis. Menyampaikan sunnah beliau kepada umat Islam, lebih baik daripada melemparkan tombak ke arah musuh, karena melemparkan tombak bisa dilakukan oleh banyak orang, sedangkan menyampaikan sunnah beliau hanya bisa dilakukan oleh para pewaris Nabi, dan mereka yang menggantikanya di antara para umatnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk bagian dari mereka (Lihat, at-Tafsiir al-Qayyim, Ibnu al-Qayyim, hal, 431)

  • 13. Agar mendpat penyucian dari Allah ta’ala

Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (Qs. Fushshilat : 33)

Jiwa memang senang dengan pujian dari manusia. Lalu bagaimana jika pujian itu datang dari Rabb seluruh manusia ?

  • 14. Sebagai bukti ketaatan kepada Allah, sebab Dia memerintahkan kita agar berdakwah di jalan-Nya,

Allah ta’ala berfirman,

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (Qs. anNahl : 125)

Dan kamu mendapat pahala atas amal ketaatan.

 

Bersambung…insya Allah

Wallahu A’lam

Sumber :

Kaifa Tahtasibiina al-Ajr Fii Hayaatiki al-YaumiyyahHana’ binti Abdul Aziz Ash-Shanii’, ei,hal. 58-60.

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

97 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: