Hukum Shalat Tarawih

Indonesian-Muslims-attend-002.jpg

Apakah hukum shalat tarawih di bulan Ramadhan yang diberkahi ini? Apakah sah puasa dengan meninggalkan shalat tarawih?

Jawab:

Shalat tarawih termasuk syi’ar menghidupkan malam di bulan ramadhan. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa mendirikan shalat malam pada bulan ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Dinamakan shalat tarawih karena dahulu pada zaman pertama mereka memanjangkan berdiri, ruku’ dan sujud. Jika selesai shalat empat raka’at beristirahat sejenak kemudian melanjutkan kembali, berdasarkan  dari hadits Aisyah : “dahulu rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat empat raka’at. Jangan engkau Tanya bagaimana bagus dan panjangnya, kemudian shalat empat raka’at, jangan engkau tanya tentang bagaimana bagus dan panjangnya.” (Muttafaq ‘alaih) inilah sebab dinamakan shalat tarawih.

Karena penamaan inilah sebagian orang memahami bahwa shalat ini bukan bagian dari Syi’ar  menghidupakan Ramadhan, hingga mereka tidak mengerjakan dan meremehkannya. Mereka meninggalkannya atau mencerai beraikannya. Shalat di suatu masjid dua raka’at dan di masjid lain dua raka’at dan dimasjid lain lagi dua raka’at. Ini adalah kejelekan. Shalat tarawih ini hukumnya sunnah tidak wajib. Siapa yang meninggalkannya tidak berdosa. Akan tetapi ia adalah sunnah yang telah disunnahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . ketika itu beliau melakukan shalat ini selama tiga malam , kemudian meninggalkannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “aku takut shalat tersebut akan menjadi wajib bagi kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

Tidak selayaknya bagi seorang untuk tidak mengerjakan shalat tarawih. Hendaknya ia mengetahui bahwa bagi orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Siapa yang melakukan shalat malam di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih) dan hendaknya mengikuti imam hingga selesai

Karena sesungguhnya siapa yang mengerjakan bersama imam hingga selesai, akan dicatat untuknya shalat semalam suntuk (Muttafaq ‘Alaih)

Orang yang meninggalkan shlat tarawih, puasanya sah. Tidak ada hubungan antara shalat tarawih dan puasa.   ( Majmu’ah Asyrithati Fiqhil ‘Ibadaat ) (Abu Umair)

Sumber :  Ensiklopedia Fatwa Syaikh ‘utsaimin, Jilid I , penyusun : Syaikh Sholah Mahmud As Said, pent. Pustaka As Sunnah Jakarta, Cet. I, Nopember 2009 hal.706-707


Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

547 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: