Allah ta’ala berfirman, وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina’.” (QS. Ghafir: 60) وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُContinue Reading

Allah ta’ala berfirman, فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا. “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, danContinue Reading

Betapa banyak nikmat yang Allah karuniakan kepada kita; nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, nikmat harta, nikmat tempat tinggal, nikmat memandang, nikmat menedengar, nikmat dapat berbicara dan lain sebagainya. Saking banyaknya nikmat yang Allah karuniakan kepada kita tersebut sampai-sampai kita tidak dapat menghitung berapa jumlahnya. Allah menegaskan, وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُContinue Reading

Suatu hari Umar bin Khathab dan Ubay bin Ka’ab radhiyallhu ‘anhu mereka saling berselisih tentang waktu iddah perempuan yang suaminya meninggal sedang ia dalam keadaan hamil. Ubay bin Ka’ab berpendapat bahwa waktu iddah-nya sampai ia melahirkan, sedangkan Umar berpendapat lain. Ketika itu istri Ubay bin Ka’ab yang bernama Ummut ThufailContinue Reading

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan suatu ibadah yang mulia, ibadah ini erat kaitannya dengan interaksi dengan orang lain karena manusia adalah makhluk sosial, sehingga seorang muhtasib[1] harus mengetahui cara yang bijak dalam berihtisab sehingga orang yang ia ajak bisa menerimanya. Seorang muhtasib hendaknya mendahulukan orang terdekat dalam ber-ihtisab[2], yaitu familyContinue Reading

Khutbah Pertama : إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ؛ إِلَهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ وَقُيُوْمُ السَمَاوَاتِ وَالأَرْضِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُContinue Reading

Pembaca Yang Budiman. Diantara tokoh-tokoh yang patut dijadikan teladan dari kalangan sahabat adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau juga saudara dari sahabat mulia yang bernama Ja’far bin Abi Thalib yang dijuluki oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan At–Thayyar. BeliauContinue Reading

Pertanyaan : Metode-metode syar’i apakah yang bisa anda nasehatkan untuk membentengi atau memelihara seseorang dari sihir? Dan apa langkah penyembuhan yang harus dilakukan jika seseorang telah terkena sihir (santet, tenung, guna-guna dan sejenisnya)? Jawaban : Metode syar’i yang bisa digunakan untuk menyembuhkan seseorang dari pengaruh sihir adalah sebagaimana yang telahContinue Reading

Pembaca yang budimian, orang yang melakukan sihir, pada dirinya terdap sebuah penyakit yang berbahaya. Di samping bahwa sihir merupakan kesyirikan dan pelakunya teracam dengan kebinasaan. Juga bahwa orang yang melakukan sihir ini pada dasarnya ia tengah terjangkiti penyakit hasad, begitu juga orang hal demikian itu karena orang yang melakukan halContinue Reading

Sebelum melaksankan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar, sekiranya penting bagi seorang muhtasib untuk memperkirakan dan menimbang mashlahat dan mafsadat dalam mengingkari kemungkaran tersebut. Sehingga ia dapat mengetahui mana hal-hal yang perlu didahulukan, kapan kondisi yang tepat dan kapan tidak tepat, dan bagaimana sikap yang tepat untuk menghadapinya. Berikut hal-hal pentingContinue Reading

Syeikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah pernah ditanya tentang hukum dai yang melihat kemungkaran namun ia mendiamkannya dengan niat akan mencegahnya di lain waktu (menundanya). Beliau menjawab: “Menunda seperti itu bisa jadi boleh jika kemungkaran tersebut sangat kuat dan susah untuk langsung dicegah dalam tahap pertama, sedangkan disitu ada kemungkaran yangContinue Reading