Bagaimana Pemuda Ini Lolos dari “Ujian” (Berbuat Zina)

1-1.jpg

Kisah yang membuktikan sikap memelihara kehormatan diri dan ketakutan kepada Allah ini terjadi di Mesir yang saat itu sedang dijajah Inggris. Pahlawan kisah ini adalah seorang pemuda yang miskin dari sisi materi, akan tetapi dia kaya dari sisi hati dan keimanan. Dia bernama Abdul Aziz al-Hindi, bekerja sebagai penjahit di markas tentara inggris.

Suatu hari, dia diminta bekerja di luar markas, yang memintanya adalah istri salah seorang panglima militer Ingris. Abdul Aziz pergi ke rumahnya, mengetuk pintu dan si nyonya Ingris membukanya. Abdul Aziz masuk untuk memperbaiki apa yang mereka minta untuk diperbaiki. Namun Abdul Aziz merasa si nyonya ingris menatapnya dengan tatapan yang mencurigakan.

Tidak perlu waktu lama bagi si nyoya untuk membuka apa yang terpendam di dalam dadanya, nafsu setan. Dia berkata tanpa rasa malu dan sungkan barang sedikitpun, bahwa ia ingin melakukan perbuatan keji (zina) dengannya.

Abdul Aziz terdiam. Si nyonya mulai merayunya dan mengiming-iminginya hadiah dan uang yang besar. Abdul Aziz menolak, dia berusha untuk menakuti dan mencegahnya, serta mengingatkannya bahwa perbuatan seperti itu bertentangan dengan norma dan tidak diterima oleh semua agama samawi, namun setan sudah memasuki jiwa si nyonya. Ia tetap bersikukuh di atas hasratnya. Manakala si nyonya melihat Abdul Aziz tidak menuruti keinginannya dengan mudah, dia mengambil sepucuk pistol dan menodongkannya ke dada Abdul Aziz seraya mengancam, “Bila kamu tidak melakukan apa yang aku inginkan, maka aku akan membunuhmu. Aku akan berkata bahwa kamu masuk ke rumahku dan hendak memperkosaku.”

Abdul Aziz kebingungan. Apa yang harus dia lakukan ? Saat-saat yang menentukan, pistol masih tertodong ke dadanya. Tiba-tiba Abdul Aziz mengucapkan dengan penuh keteguhan dan keyakinan, dengan suara tertinggi : “Laa Ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.” Manakala si nyonya Inggris itu mendengar lengkingan suara yang tiba-tiba itu, pistol itupun jatuh dari tangannya, dia gemetar, sontak dia berteriak kuat di depan Abdul Aziz, agar Abdul Aziz keluar dengan segera. Wanita itu mendorongnya keluar rumahnya, kondisinya sangat ketakutan dan gemetaran.

Inilah yang Abdul Aziz inginkan. Maka dia lari meninggalkan rumah itu dengan membawa kebahagiaan besar, kerena Allah telah meneguhkannya dan menjagaya dari dosa besar (zina).  

Sumber :

Dinukil dari, “Shuwarun Min al-‘Iffah”, Muhammad bin Abdurrahman al-Ajmi, ei, hal. 45-47

Amar Abdullah bin Syakir

 

98 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: