Beberapa Adab Adab Masjid Yang Sering Terlewatkan

Masjid adalah tempat yang paling mulia d muka bumi, sehingga dinamakan Rumah Allah sebagai bentuk pemuliaan.

Dan Masjid bukanlah seperti tempat ibadah lainnya yang hanya dikunjungi sekali atau beberapa kali dalam seminggu, namun Masjid minimal dikunjungi 5 kali dalam sehari untuk shalat fardhu berjamaah.

Shalat berjamaah di Masjid memiliki keutamaan yang sangat besar, 27 kali lipat di atas pahala shalat sendirian di rumah. Bahkan sebagian Ulama sampai ada yang berpendapat wajibnya shalat berjamaah di Masjid.

Dan dalam pelaksanaannya, Nabi ﷺ mengajarkan kita adab-adab ketika memasuki Masjid, karena masjid bukan lagi seperti tempat biasa lainnya.

Berikut ada beberapa adab yang seringkali terlewatkan oleh kita. Tulisan ini untuk mengingatkan sehingga kedepannya tidak terjadi lagi.

  1. Membaca Doa Masuk Masjid

Ya, seringkali karena tergesa-tergesa mengejar rakaat, kita sampai terlupa untuk berdoa terlebih dahulu, berikut doanya:

بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah kepadaku pintu rahmat mu.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Dan doa ini juga berlaku ketika memasuki mushala, bukan hanya mesjid saja.

  1. Shalat Tahiyyatul Masjid

Jika Anda sampai ke Masjid lebih awal, dan shalat berjamaah belum ditegakkan, maka sempatkanlah untuk shalat Tahiyyatul Masjid terlebih dahulu, sebagai bentuk penghormatan kita.

Nabi bersabda

إِذَا دَخَلَ أحَدُكُمُ المَسْجِدَ ، فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia langsung duduk sampai mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan jika misalnya seseorang masuk ke Masjid dan azan telah dikumandangkan, dia dapat menggabungkan niat antara niat Tahiyyatul Masjid dan Sunnah Qabliyyah ketika shalat dua rakaat, berdasarkan Kaedah Fiqhiyyah bahwa beberapa shalat sunnah dapat diniatkan bersamaan dalam sekali pengerjaan.

  1. Berpakaian Bagus

Adab ini yang juga sering disepelekan, yaitu pergi ke masjid dengan keadaan seadanya.

Sangat menyedihkan, padahal pergi bekerja atau jalan-jalan saja dengan pakaian bagus, namun pergi ke tempat termulia dan menghadap Allah ﷻ tapi dengan keadaan seadanya?

Allah ﷻ berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A’raf: 31).

  1. Tidak berdagang di Masjid

Terakhir, pada kesempatan kali ini, di zaman yang serba canggih ini, seseorang bisa dapat bertransaksi jual beli melalui HPnya, maka hendaklah ingat dengan hadits berikut:

إذا رأيتُم من يبيعُ أو يبتاعُ في المسجدِ، فقولوا : لا أربحَ اللهُ تجارتَك

“Jika engkau melihat orang berjual beli atau orang yang barangnya dibeli di masjid, maka katakanlah kepada mereka: semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perdaganganmu.” (HR Tirmidzi)

Ya, tempatkanlah segala hal sesuai dengan tempatnya. Masjid adalah tempat Ibadah, jangan sampai tercampuri urusan-urusan lainnya yang bisa dapat mengganggu kekhusyukan.

Luangkan fokus hati sejenak beberapa saat bersamanya di rumahnya.

Seharian penuh dipersilahkan oleh Allah ﷻ untuk mencari rejekinya, maka tidakkah kita dapat meluangkan barangkali sejenak untuknya?

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita dari hamba-hambanya yang memakmurkan masjid, dan memuliakannya setiap waktu.

 

Ditulis oleh

Muhammad Hadrami, LC

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *