Belum Membayar Hutang Puasa Karena Udzur

Belum-Membayar-Hutang-Puasa-Karena-Udzur.jpg

Soal :

السؤال:

من تأخر في قضاء شهر رمضان الماضي لأسباب شرعية وصحية ما حكم ذلك التأخير وماذا عليه؟

Ada orang yang mengakhirkan qodho’ puasa Ramadhan yang lalu karena sebab yang syar’i dan dalam keadaan sehat, apa hukum menunda seperti ini dan apa yang seharusnya dilakukannya?

Jawab :

الجواب:

يجوز التأخير للعذر وعليه القضاء، القضاء لا بد منه، ولكن إذا أخر من غير عذر حتى جاء عليه رمضان الجديد، يصوم رمضان الحاضر وإذا انتهى يقضي ما عليه من رمضان الفائت وعليه مع القضاء إطعام مسكين عن كل يوم كفارة عن التأخير بغير عذر.

Boleh menunda qodho’ puasa jika ada udzur, dan qodho’ tersebut tetap harus dipenuhi. Namun jika ditunda tanpa ada udzur hingga datang Ramadhan yang baru, maka ia lakukan puasa Ramadhan pada saat itu. Jika sudah selesai, maka ia mengqodho’ puasa Ramadhan yang luput. Kemudian disamping mengqodho’, juga harus memberikan makan sebagai kafaroh (denda) kepada orang miskin setiap hari yang ditinggalkan tanpa uzur tersebut.

Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan.

 


Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14432

Penerjemah : Amar Abdullah bin Syakir

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

386 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: