Berani Beda

aris.jpeg

Berani beda dalam bertingkah laku, berfikir, dan berprinsip, serta tidak meniru kesalahan orang lain adalah bukti matangnya pasangan suami istri dan kokohnya dalam berpegang teguh dengan agama dan kebribadian, terutama dalam masalah-masalah yang urgen seperti ; melazimi hukum-hukum syar’iy dalam diri dan rumah, memperhatikan kepemimpinan suami, istri menetap di rumah, dan seterusnya.
Pertama, sikap berani beda ini menghantarkan pada keridhaan Allah, selain juga meninggikan martabat secara pribadi dan sosial di hadapan lingkungan sekitarnya. Akhirnya berujung pada langgeng dan bahagia rumah tangga. Allah ta’ala berfirman,

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ
dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (Qs. Al-kafirun : 1-6)

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Qs. Al-Ahzab : 59)
Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوْا بِالْيَهُوْدِ وَلَا بِالنَّصَارَى
Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai selain kami. Jangan menyerupai Yahudi dan Nasrani (Hadis hasan, Shahih al-Jami’)
Ibnu Abbas –semoga Allah meridhainya- berkata, “Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan.”
Ajakan agar seorang muslim berani beda bukan berarti mengukung jiwa, atau dianggap melawan sesuatu yang bersifat baru, modernisasi, dan budaya. Bahkan hedaknya seorang muslim menyikapi dan bekerja sesui perkembangan global, sebagaimana kaum muslimin terdahulu.
Wallahu A’lam
Sumber :
Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 40-41)

81 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: