Berhijab Kok Malah Menarik Pandangan!

Berhijab-Kok-Malah-Menarik-Pandangan.jpg

Pertama-tama kita mengucapkan Alhamdulillah bahwa kian hari pandangan masyarakat muslimah di negeri ini semakin paham terhadap kewajiban berhijab, maka kita dapati seakan berhijab lebar bahkan bercadar telah menjadi trend fashion muslimah, padahal jika kita mengembalikan memori ke beberapa tahun silam, kebanyakan masyarakat masih phobia terhadap hijab dan cadar, dan menganggapnya merupakan indikator teroris.

Fenomena ini tak lepas dari peran para da’i yang kian hari semakin semangat memperluas kajian mereka, apalagi di jaman serba canggih ini, maka info apa saja mudah sekali untuk tersebar luas, dan inilah kesempatan untuk terus menyebarluaskan kebaikan-kebaikan melalui media sosial, jangan hanya menggunakannya untuk perkara-perkara yang biasa saja apalagi yang makruh dan haram.

Namun, ditengah euforia ini, tetap kewajiban saling nasehat menasehati diantara sesama muslim berlaku, bahwa tetap ada suatu kontrol agar tidak terjadi tanpa kendali begitu saja.

Maksudnya, trend berhijab tetaplah harus mematuhi rambu-rambu berhijab secara syar’i, jangan sampai kewajiban yang mulia ini ketika terpapar oleh trend sehingga hilang tujuan utamanya, yaitu berhijab untuk menutup aurat sehingga menjauhkan pandangan non mahram.

Maka sebuah kesalahpahaman jika hijab hanya dimaknai mode pakaian, sehingga dapat dihiasi sedemikian rupa seperti halnya jenis-jenis pakaian lain.

Karena jika demikian yang dilakukan, maka hilang maksud dan tujuan utama dari diwajibkannya hijab atas kaum hawa, yaitu agar mereka tidak menjadi objek mata liar kaum lelaki.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…” (QS An Nur: 31)

Dan lebih dipertegas lagi dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

(QS Al Ahzab: 59)

Jadi jelas, bahwa maksud kaum wanita diwajibkan agar mereka tidak diganggu oleh kaum lelaki yang tidak bertakwa.

Dan lapangan telah membuktikan untuk kita semua, banyak masalah sosial yang keji seperti pelecehan seksual terjadi kepada wanita yang mengumbar auratnya sehingga menarik perhatian kaum lelaki, dan sebaliknya kaum wanita yang berhijab lengkap lebih terjaga dan disegani kemanapun ia melangkah.

Namun sebagai pesan terakhir bagi wanita yang sudah berhijab, teguhlah memegang makna dalam berhijab itu, jangan sampai hijabmu yang modis itu malah lebih menarik pandangan lelaki ketimbang pakaian terbuka. Dan paras yang sudah engkau tutupi dengan cadar jangan sampai lebih menarik dari wajah yang terbuka karena matamu yang engkau hiasi atau jenis cadar yang malah membuat mata liar penasaran pada wajah disebaliknya, wal ‘iyadzubillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: