Berpeganglah Dengan Tali Agama Allah

Soal :

Admin, ketika kita dituntut berpegang pada agama jika lingkungan tidak mendukung atau dikalangan orang awam, maka akan berat menjalani hidup. Akhirnya membawa malapetaka, padahal Allah pinta lari atau hijrah lingkungan atau tempat… Rupanya bumi sekarang sudah kembali ke zaman asing…

Islam itu dikenal di kampus atau tempat tempat tertentu sedangkan di lingkungan sederhana tampak jauh dari pendidikan islam bukankah sudah biasa dakwah dilingkungan orang berakal (mau berpikir) tapi dilingkungan orang awam itu berat luar biasa atau kadang banyak yang takut mempelajari islam karena semakin faham agama semakin berat tanggung jawab dan beban hidup.

Jawaban :

Benar bahwa kita diperintahkan untuk berpegang teguh dengan tali agama Allah ﷻ, kapan pun dan di mana pun berada, baik lingkungan yang mendukung atau pun tidak. Karenanya kita wajib melaksanakan perintah ini dengan segenap kesungguhan dan kesanggupan kita. Allah azza wajalla berfirman

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah… (Qs. Ali Imran : 103)

Yakni, berpegang teguhlah kalian semua dengan kitab Rabb kalian dan petunjuk nabi kalian…(Tafsir Al Muyassar, 1/42)

Dan perlu disadari bahwa telah menjadi tabiat dari berpegang teguh dengan (tali) agama Allah atau kitab Allah bukan suatu yang ringan, namun sesuatu yang “berat”. Nabi ﷺ bersabda

وَإِنِّى تَارِكٌ فِيكُمُ الثَّقَلَيْنِ ، أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ ، فَتَمَسَّكُوا بِكِتَابِ اللَّهِ ، وَخُذُوا بِهِ

… dan sesungguhnya aku tinggalkan pada kalian dua hal yang berat, yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Maka, berpegang teguhlah kalian dengan kitab Allah, dan ambillah ia … (HR. Al baihaqi dan yang lainnya)

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ هُوَ حَبْلُ اللَّهِ وَالنُّورُ الْمُبِينُ وَالشِّفَاءُ النَّافِعُ ، عِصْمَةُ مَنْ تَمَسَّكَ بِهِ ، وَنَجَاةُ مَنْ تَبِعَهُ

… Sesungguhnya Al Qur’an ini dia adalah tali (agama) Allah, cahaya yang nyata, obat penyembuh yang bermanfaat, penjagaan orang yang berpegang teguh dengannya, dan keselamatan orang yang mengikutinya… (HR. Al Baihaqi di dalam As Sunan Al Shughra)

Sebagaimana halnya berpegang teguh dengannya adalah sesuatu yang berat, begitu pula halnya menyeru orang lain kepadanya atau mendakwahkannya adalah sesuatu yang berat pula. Boleh jadi pula orang yang melakukannya bakal ditimpa cobaan yang berat pula. Karenanya, dibutuhkan adanya kesabaran untuk memikulnya

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُور

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Qs. Lukman : 17)

Dan, alhamdulillah, ternyata tidak didapati dalam syariat dakwah adanya pembatasan tempat atau pun objek dakwah, karenanya, di mana pun tempat atau lingkungannya, apakah di lingkungan berpendidikan seperti kampus misalnya dan yang lainnya ataupun di lingkungan masyarakat awam sekalipun dakwah tetap disampaikan, kepada siapapun dapat disampaikan dakwah ini kepadanya. Meskipun boleh jadi tingkat beban berat memikul dakwah ini berbeda-beda di satu lingkungan dengan lingkungan yang lain, pada satu objek dakwah dengan objek dakwah yang lainnya. Maka, siapa yang bersabar -dan tentunya ikhlash- dalam memikul beban dakwah yang berat ini, niscaya ia menjadi bagian dari orang yang beruntung. Karenaya, Allah perintahkan kepada Nabi kita Muhammad sang pemikul beban berat dakwah kepadanya untuk bersabar mengikuti jejak para Rasulnya sebelumnya yang telah bersabar dalam memikul beban dakwah yang sangat berat, seraya berfirman

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka… (Qs. Al Ahqaf : 35)

Saya mohon kepada Allah untuk diri saya dan Anda agar Allah mencurahkan kepada kita kesabaran dalam memikul beban yang berat ini, dan mengokohkan pendirian kita, serta menolong kita. Amin

 

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTV
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *