Bertanya Kepada Dukun? 40 Hari Shalatmu Tidak Diterima

Bertanya-Kepada-Dukun-40-Hari-Shalatmu-Tidak-Diterima.jpg

Sudah menjadi sunnatullah bahwa tidak semua orang berada di jalan yang benar, namun hal itu bukan menjadi alasan untuk meninggalkan amar makruf nahi mungkar antar sesama muslim, dan salah satu contohnya adalah mengingatkan sesama bahwa pergi dan bertanya ke dukun disaat genting bukanlah sebuah solusi, bahkan menambah masalah yang ada, mengapa? Karena secara mutlak para dukun itu sebenarnya tidaklah mengetahui ilmu ghaib, karena urusan hal yang ghaib adalah ilmu yang hanya dimiliki oleh Allah Ta’ala sahaja, sebagaimana firman-Nya:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS An Naml: 65)

Kemudian, karena mendatangi dukun itu berarti beranggapan bahwa ia mengetahui perkara ghaib, maka bertanya sesuatu, seperti meminta dicarikan benda yang hilang, atau bertanya tentang nasib dsbg, hukumnya tidak boleh, meskipun tidak mempercayainya, sekedar bertanya pun memiliki konsekuensi yang sangat berat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan:

من أتى عرافاً فسأله لم تقبل له صلاة أربعين يوماً

“Barangsiapa yang mendatangi peramal kemudian bertanya kepadanya, maka tidak akan diterima shalat yang ia kerjakan selama 40 hari”. (HR Muslim)

Mengapa ancaman beliau begitu kerasnya? Karena beranggapan bahwa ada yang mengetahui perkara ghaib selain Allah Ta’ala itu sebuah kekeliruan yang fatal, walaupun yang dianggap mengetahui hal ghaib itu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sekalipun, didalam sebuah hadits disebutkan:

عن عائشة ، رضي الله عنها ، قالت : من زعم أنه يعلم – يعني النبي – صلى الله عليه وسلم – ما يكون في غد فقد أعظم على الله الفرية ; لأن الله تعالى يقول : ( لا يعلم من في السموات والأرض الغيب إلا الله .)

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha beliau berkata: “Barangsiapa yang mengklaim bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, maka sungguh ia telah mendustakan Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala telah berfirman:

“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”. (HR Muslim)

Jadi, jelaslah bahwa mendatangi dukun adalah bertentangan dengan aqidah kita sebagai kaum muslimin, dan ancaman diatas yaitu tidak diterimanya shalat selama 40 hari hanya karena sekedar bertanya kepada peramal, bagaimana jika dengan mempercayainya sekaligus? Jawabannya ada di artikel selanjutnya Insyaallah Ta’ala.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Instagram @hisbahnet,
Chanel Youtube Hisbah Tv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: