Bertaubat Harus Dengan Rasa Sesal

Adalah menjadi ketetapan Allah Ta’ala bahwa makhluk yang Dia ciptakan bernama manusia ini berpotensi untuk melakukan dosa, pelupa dan terkadang lalai untuk mengakui kesalahan.


Maka dari itu, Islam menyeru agar setiap sesama harus saling mengingatkan:
Allah Ta’ala berfirman:


وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Dan puncaknya agar seorang hamba sadar akan hakikat tujuan dari penciptaannya, yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala dan harus semata kepada-Nya.

Namun sekali lagi, ketika si hamba melakukan kesalahan, bahkan berulangkali, Allah Ta’ala tetap memberikan ampunan, tapi kepada siapa? yaitu kepada yang bertaubat, bukan kepada siapa saja yang bermaksiat kepadanya dengan tanpa rasa bersalah.
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ والدارمي

Artinya:
Dari Anas Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda; “Setiap Anak keturunan Adam (Manusia) pasti memiliki kesalahan / dosa, dan sebaik-baik orang yang bersalah yaitu bertaubat.” (Hadits Hasan, HR Tirmidzi).

 

Dan perlu untuk diketahui, diantara syarat diterimanya taubat adalah merasa bersalah dan menyesali perbuatannya, dan itulah hakikat dari Taubat Nasuha, Allah Ta’ala berfirman:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
(QS Attahrim: 8)

Mengapa taubat sejatinya adalah merasa bersalah dan menyesal? Karena dosa dan maksiat itu sebelumnya ditujukan kepada Allah Ta’ala, sehingga bagaimana bisa seseorang mengharapkan Allah Ta’ala memberikan maaf dan ampunan-Nya bagi orang yang sebelumnya telah melanggar hukum-Nya namun dengan percaya diri meminta maaf tanpa ada penyesalan?


Dan menyesali dosa adalah rukun kuat, yang mana dosa akan lebih mudah ditinggalkan dan tidak akan dilakukan lagi jika sebelumnya memberikan rasa penyesalan. Seperti orang yang terjatuh ke sebuah lubang dan cedera karena tidak fokus ketika berjalan, maka selanjutnya ia akan fokus dan menyesal karena sebelumnya lalai sehingga menyebabkan terjatuh dan terluka.

Jadi, penuhilah semua syarat dan rukun taubat, yaitu:


1. Ikhlas bertaubat karena Allah Ta’ala semata bukan karena yang lain


2. Menyesal dan merasa bersalah, karena tanpanya seorang pendosa itu berarti telah bersikap angkuh


3. Tidak mengulanginya kembali


4. Meminta maaf kepada orang yang bersangkutan jika dosa itu tentang kezaliman atau hutang


5. Sebelum nyawa di tenggorokan


6. Sebelum matahari terbit dari barat

 

Semoga Allah Ta’ala menggerakkan hati kita untuk bertaubat kepada-Nya dan menetapkan kita diatas hidayah-Nya sampai ajal menjemput.

 

ustadz : hadromi Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *